Perbedaan Kadar Thyroid Stimulating Hormone dan Free Thyroxine pada Pasien Talasemia Β-Mayor dengan Kelasi Besi Deferasirox dan Deferiprone
Abstrak: Talasemia β Mayor
merupakan kelainan herediter yang disebabkan gangguan produksi rantai globin.
Transfusi rutin menyebabkan kelebihan besi yang tertimbun dalam jaringan
sehingga menyebabkan kardiomiopati, gangguan liver, dan komplikasi endokrin.
Tiroid merupakan kelenjar endokrin yang berperan penting bagi anak. Pengendapan
besi di kelenjar tiroid dapat menyebabkan gangguan fungsi tiroid. Pemberian
kelasi besi deferiprone dan deferasirox dan pengaruhnya pada kadar TSH dan FT4
perlu dievaluasi lebih lanjut.
Tujuan. Menganalisis perbedaan kadar TSH dan FT4 pada pasien anak dengan
talasemia β mayor menggunakan kelasi besi deferiprone dan deferasirox
Metode. Penelitian analitik dengan rancangan potong lintang (cross
sectional) terhadap 43 pasien talasemia β mayor anak berusia 9-18 tahun pada
bulan April sampai Juni 2017. Pemilihan subjek dilakukan secara consecutive
sampling. Data di analisis dengan SPSS 20 mengunakan uji t independen dan uji
man whitney.
Hasil. Rerata usia pasien 12,5+3,12 tahun. Rerata kadar TSH kelompok
deferiprone dan deferasirox adalah 3.051,78 IU/ml dan 2.351,29 IU/ml. Sedangkan
rerata kadar FT4 untuk kelompok deferiprone dan deferasirox 15.424,12 mmol/l
dan 15.822,75 IU/ml. Tidak terdapat perbedaan kadar TSH dan FT4 pada kelompok
yang mendapatkan deferasirox dan deferiprone berturut-turut nilai TSH (p=0,148;
p>0,05) dan FT4 (p=0,836; p>0,05).
Kesimpulan. Tidak terdapat perbedaan kadar TSH dan FT4 pada pasien
talasemia beta mayor yang mendapatkan kelasi deferasirox maupun deferiprone.
Penulis: Aries Krisbiyantoro,
Harsono Salimo, Annang Giri Moelyo
Kode Jurnal: jpkedokterandd170662