Penggunaan Acute Illness Observation Scale (AIOS) sebagai Prediktor Infeksi Serius pada Anak 3-36 Bulan dengan Demam
Abstrak: Anak dengan infeksi
bakterial serius seringkali tidak menunjukkan gejala khas sehingga sulit
dibedakan dengan infeksi ringan. Instrumen tunggal untuk mendiagnosis demam
belum ditemukannamun beberapa skala sudah digunakan secara luas untuk
memprediksi infeksi bakterial serius pada anak. Acute illness observation scale
(AIOS) adalah salah satu skala observasi yang sering digunakan. Skala AIOS sederhana,
mudah, dan tidak invasif. Penelitian sebelumnya menunjukkan AIOS memiliki nilai
diagnostic yang baik.
Tujuan. Mengetahui nilai diagnostik AIOS dalam memprediksi penyakit
infeksi bakterial serius pada anak usia 3-36 bulan dengan demam.
Metode. Uji diagnostik dilakukan di Departemen Ilmu Kesehatan Anak
FKUI/RSCM, RSUP Fatmawati, dan RSAB Harapan Kita, pada bulan Maret sampai
dengan Mei 2010. Subjek adalah anak usia 3-36 bulan dengan demam 7 hari.
Hasil. Terdapat 270 subjek yang diikutsertakan dalam penelitian dan 256
subjek di antaranya dapat dianalisis. Sebagian besar subjek berusia 3-12 bulan.
Infeksi serius ditemukan pada 62 subjek dengan diagnosis pneumonia sebagai
diagnosis tersering. Skor AIOS >10 memiliki sensitivitas, spesifisitas,
nilai duga positif (NDP), nilai duga negatif (NDN), rasio kemungkinan positif
(RKP), dan rasio kemungkinan negatif (RKN) berturut-turut 58,06%, 94,33%,76,6%;
87,56%; 10,24; dan 0,44 untuk memprediksi infeksi serius pada anak 3-36 bulan
dengan demam. Ditemukan titik potong baru yaitu skor AIOS >8 dengan
sensitivitas, spesifisitas, NDP, NDN, RKP, dan RKN 69,35%; 90,2%; 69,35%;
90,2%; 7,08; dan 0,34.
Kesimpulan. Skor AIOS >10 dapat digunakan untuk memprediksi infeksi
serius pada anak 3-36 bulan. Ditemukan nilai titik potong baru, yaitu skor AIOS
>8 yang memiliki nilai diagnostik lebih baik dari AIOS >10 namun
diperlukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan titik potong tersebut
Kata Kunci: acute illness
observation scale; serious bacterial infection; fever without source
Penulis: A.A.A. Putu Indah
Pratiwi, Dimple V. Nagrani, Yusuf Balfast, Alan R. Tumbelaka, Waldi Nurhamzah
Kode Jurnal: jpkedokterandd100264