Pemberian Antitrombin III pada Sepsis Neonatal
Abstrak: Kadar antitrombin III
(AT III) dalam darah rendah pada pasien sakit berat dan penurunan kadarnya
berkorelasi dengan derajat penyakit. Fungsi AT III sebagai antikoagulan,
mempunyai peran penting untuk mencegah disfungsi mikrovaskular dan mengakibatkan
kerusakan multi organ pada sepsis. Namun, peran teurapetik AT III pada sepsis
masih diperdebatkan.
Tujuan. Melakukan evaluasi apakah pemberian AT III pada sepsis neonatal
berat memiliki prognosis yang lebih baik bila dibandingkan dengan plasebo.
Metode. Penelusuran pustaka database elektronik yaitu Pubmed, Highwire,
Google dan Yahoo.
Hasil. Didapatkan 12 artikel yang dianggap relevan dengan rumusan
masalah, terdiri atas 3 meta-analisis, 8 randomized controlled trial (RCT), dan
1 review. Hasil meta-analisis pertama menyatakan bahwa pemberian preparat AT
III aman dan dapat ditoleransi dengan baik. Dilaporkan AT III menurunkan
tingkat mortalitas 22,9% pada hari ke-30 pasca intervensi. Hasil meta-analisis
kedua
mendapatkan pemberian AT III tidak menurunkan risiko mortalitas secara
keseluruhan (RR 0,96, IK95%: 0,89;1,03), dan meningkatkan risiko perdarahan (RR
1,52, IK95%: 1,3;1,78). Hasil meta-analisis ketiga menunjukkan pemberian AT III
mengurangi risiko mortalitas dalam 28 sampai 30 hari (OR 0,649, IK95%: 0,422;
0,998). Risiko perdarahan pada kelompok AT III tidak berbeda signifikan dengan
kelompok plasebo.
Kesimpulan. Secara statistik penggunaan AT III apabila dibandingkan
dengan plasebo pada keadaan sepsis neonatal tidak memperbaiki prognosis dalam hal
menurunkan tingkat mortalitas selama 28-30 hari. Walaupun demikian, tingkat
mortalitas kelompok AT III lebih rendah dibandingkan dengan placebo.
Kata Kunci: sepsis neonatal;
antithrombin III; plasebo; mortalitas
Penulis: Nathanne Septhiandi,
Antonius Pudjiadi, Pustika Amalia
Kode Jurnal: jpkedokterandd160671