Nistatin Oral Sebagai Terapi Profilaksis Infeksi Jamur Sistemik pada Neonatus Kurang Bulan
Abstrak: Infeksi jamur
sistemik merupakan salah satu penyebab utama sepsis dan kematian pada neonatus.
Neonatus kurang bulan memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi jamur
sistemik dibandingkan dengan neonates cukup bulan. Terdapat beberapa faktor
risiko terjadi infeksi jamur sistemik pada neonatus diantaranya adalah
kolonisasi jamur. Tindakan pencegahan terhadap infeksi jamur pada neonatus pada
prinsipnya sama dengan tindakan pencegahan infeksi lainnya. Penting dilakukan
tindakan untuk memodifikasi faktor risiko dalam hal ini. Pencegahan khusus
dapat dilakukan dengan memberikan antijamur seperti nistatin untuk mencegah
kolonisasi. Pemberian terapi profilaksis antijamur terbukti menurunkan angka
kejadian infeksi jamur sistemik. Efek samping, toksisitas, biaya, dan
kemungkinan terbentuknya galur (strain) yang resisten menjadi hal utama yang
harus dipertimbangkan dalam pemberian terapi profilaksis. Disajikan beberapa penelitian
mengenai pemakaian nistatin sebagai terapi profilaksis yang telah dilakukan di
berbagai Negara untuk menilai efektifitas nistatin oral sebagai terapi
profilaksis infeksi jamur sistemik pada neonatus kurang bulan disertai contoh
kasus
Kata Kunci: nistatin;
profilaksis; infeksi jamur sistemik; neonates
Penulis: Rini Andriani, Lily
Rundjan
Kode Jurnal: jpkedokterandd100285