Kualitas Hidup Anak Epilepsi dan Faktor–Faktor yang Mempengaruhi di Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM Jakarta
Abstrak: Epilepsi merupakan
penyakit kronik yang dapat mempengaruhi kualitas hidup anak di masa depan. Saat
ini penelitian untuk menilai kualitas hidup anak epilepsi masih terbatas.
Tujuan. Melakukan penilaian faktor-faktor klinis, demografi, psikososial
dan obat anti epilepsi (OAE) yang mempengaruhi kualitas hidup anak epilepsi
dengan menggunakan instrumen Quality of life in childhood epilepsy
questionnaire-parent form (QOLCE).
Metode. Penelitian dilaksanakan di Poliklinik Neurologi Departemen Ilmu
Kesehatan Anak FKUI-RSCM dalam kurun waktu Desember 2007 sampai April 2008.
Terkumpul 68 orang responden yang memenuhi kriteria inklusi dengan melakukan
wawancara secara langsung oleh peneliti.
Hasil. Jumlah serangan kejang dalam 6 bulan terakhir (faktor klinis),
usia anak dan jumlah anak dalam keluarga (faktor demografi), kecemasan orang
tua (faktor psikososial) mempengaruhi kualitas hidup anak epilepsi. Jumlah obat
anti epilepsi (OAE) berkorelasi dengan komponen restriksi fisik pada fungsi
fisik yaitu semakin sedikit jumlah OAE semakin tidak dibatasi aktivitas
fisiknya.
Kesimpulan. Kualitas hidup anak epilepsi dipengaruhi oleh jumlah serangan
kejang dalam 6 bulan terakhir, usia anak, jumlah anak dalam keluarga, kecemasan
orang tua, dan jumlah OAE. Pengenalan dini terhadap gangguan kualitas hidup
pada anak epilepsi dapat memperbaiki kualitas hidup di masa depan.
Kata Kunci: epilepsi anak;
QOLCE; faktor yang mempengaruhi OAE
Penulis: Winny N Wishwadewa,
Irawan Mangunatmadja, Mardjanis Said, Agus Firmansyah, Soedjatmiko,
Soedjatmiko,, Bambang Tridjaja
Kode Jurnal: jpkedokterandd080125