Hubungan Kadar Laktat Plasma dengan Derajat Disfungsi Organ Berdasarkan Skor PELOD pada Anak Sakit Kritis
Abstrak: Peningkatan kadar
laktat menunjukkan hipoksia jaringan dan bila berlangsung lama akan menyebabkan
kematian sel dan disfungsi organ. Skor PELOD (pediatric logistic organ
dysfunction) merupakan skor komposisi yang dapat digunakan untuk menilai
derajat disfungsi organ dan prediksi kematian.
Tujuan. Mengetahui hubungan kadar laktat plasma dengan derajat disfungsi
organ berdasarkan skor PELOD pada anak sakit kritis.
Metode. Penelitian observasional analitik dengan rancangan cross
sectional di Bagian Ilmu Kesehatan Anak RS dr. Hasan Sadikin Bandung pada
April-Mei 2008. Pasien anak sakit kritis usia 1 bulan sampai 14 tahun dipilih
secara konsekutif. Untuk menentukan korelasi antara kadar laktat plasma dan
derajat disfungsi organ dilakukan dengan Spearman rank correlation. Kadar laktat
dikelompokkan menjadi 2 kelompok, yaitu kadar laktat <2 mmol/L dan kadar
laktat ≥2 mmol/L. Perbandingan antara kelompok kadar laktat dan distribusi
umur, skor PELOD, dan jumlah disfungsi organ dilakukan uji Mann-Whitney.
Variabel hipoperfusi dilakukan dengan uji chi-square. Hubungan antar variabel
dengan regresi logistik.
Hasil. Didapatkan 45 subjek dengan umur rata-rata 48,7 bulan. Jenis kasus
kegawatan terbanyak adalah kegawatan kardiovaskular. Kadar laktat rata-rata
3,45 mmol/L dan rata-rata mengalami 3 disfungsi organ. Terdapat hubungan
positif yang bermakna antara kadar laktat plasma dan derajat disfungsi organ
berdasarkan skor PELOD (rs=0,54 p=0,001), juga dengan jumlah organ yang
mengalami disfungsi. Kadar laktat plasma ≥3,3 mmol/L berhubungan dengan keadaan
hipoperfusi.
Kesimpulan. Terdapat hubungan antara kadar laktat plasma dan derajat
disfungsi organ berdasarkan skor PELOD
Kata Kunci: kadar laktat;
disfungsi organ; skor PELOD
Penulis: Aedi Budi Dharma, Ina
Rosalina, Nanan Sekarwana
Kode Jurnal: jpkedokterandd080126