KAJIAN TERHADAP HASIL TERAPI KARSINOMA NASOFARING BERDASARKAN EBNA1 DAN EBNA2


Abstrak: Karsinoma nasofaring (KNF) merupakan salah satu keganasan yang di beberapa negara benua Asia merupakan keganasan paling banyak didapatkan di antara keganasan di kepala leher. Keterlibatan infeksi virus Epstein-Barr (EBV) merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya KNF. Infeksi EBV mengekspresikan beberapa protein antara lain Epstein-Barr nucleus antigen (EBNA) yang secara teori mempengaruhi onkogenesis termasuk hasil terapi KNF. Tujuan:Menentukan adanya perbedaan hasil terapi antara KNF yang mengekspresikan EBNA1 serta EBNA2 dengan KNF yang tidak mengekspresikan EBNA1 serta EBNA2. Metode: Nested case-controlterhadap 28 penderita KNF yang mengalami remisi sempurna dan yang mengalami remisi parsial pascaterapi KNF. Hasil: Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara hasil terapi KNF yang mengekspresikan EBNA1 =490 dengan KNF yang mengekspresikan <4,90 (p: 0,160; OR: 0,222), dan terjadi perbedaan bermakna antara hasil terapi KNF yang mengekspresikan EBNA2 =1,30 dengan KNF yang mengekspresikan EBNA2 <1,30 (p: 0,029; OR: 0,289). Kesimpulan: Ekspresi EBNA2 merupakan salah satu faktor protektif terhadap keberhasilan terapi KNF.
Kata kunci: KNF, EBNA1, EBNA2, faktor protektif
Penulis: Bambang Hariwiyanto, Soenarto Sastrowiyoto, Sofia Mubarika, Salugu Masesadji
Kode Jurnal: jpkedokterandd110305

Artikel Terkait :