FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI DISFUNGSI TUBA EUSTACHIUS PADA PENDERITA RINITIS ALERGI PERSISTEN


Abstrak: Rinitis alergi (RA) persisten dapat menimbulkan disfungsi tuba Eustachius. Disfungsituba dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Tujuan: Membuktikan bahwa derajat RA, lama sakit RA,keberadaan tonsiltis kronik dan pemakaian air conditioner (AC) merupakan faktor risiko terjadinyadisfungsi tuba pada penderita rinitis alergi persisten. Metode: Penelitian dengan metode potong-lintangpada RA persisten usia 11-54 tahun. Disfungsi tuba ditentukan dengan pemeriksaan timpanometri (MEPnegatif/<-25 mmH2O). Analisis hasil dengan uji Chi square dan rasio prevalensi. Hasil: Didapatkan68sampel. Usia terbanyak 23-34 tahun, rerata usia 27,8 tahun. Penderita RA persisten dengan disfungsituba 26 (38,2%). Uji Chi square didapatkan derajat RA persisten, lama sakit dan keberadaan tonsilitiskronik tidak mempengaruhi disfungsi tuba (p>0,05). Analisis regresi logistik multivariate didapatkanpemakaian AC secara independen mempunyai risiko terjadinya disfungsi tuba p=0,019, RP=5,446, CI95%= 1,321-22,575. Kesimpulan: Pemakaian AC merupakan faktor risiko terjadinya disfungsi tubapada penderita rinitis alergi persisten.
Kata kunci: rinitis alergi persisten, disfungsi tuba, timpanometri
Penulis: Novina Rahmawati, Suprihati, Muyassaroh
Kode Jurnal: jpkedokterandd110304

Artikel Terkait :