Insidens dan Karakteristik Otitis Media Efusi pada Rinitis Alergi Anak
Abstrak: Rinitis alergi
merupakan masalah kesehatan global yang diderita oleh 10% sampai 25% penduduk
dunia. Rinitis alergi sering dihubungkan dengan penyakit lain seperti otitis
media efusi (OME), namun perannya masih diperdebatkan. Pada anak-anak, OME
kadang-kadang bersifat asimtomatik. Namun jika hal ini tidak cepat dikenali dan
diatasi maka akan menjadi faktor predisposisi gangguan bicara di kemudian hari.
Oleh karena itu, perlu mendeteksi lebih dini gangguan telinga tengah yang
berkaitan dengan rinitis alergi.
Tujuan. Mengetahui insidens dan karakteristik OME pada pasien rinitis
alergi anak usia 4-14 tahun.
Metode. Penelitian deskriptif potong lintang pada 64 anak rinitis alergi
usia 4-14 tahun di Poliklinik Alergi Imunologi Departemen IKA RSCM. Dilakukan
anamnesis, pemeriksaan fisis, uji kulit, dan pemeriksaan laboratorium serta
timpanometri.
Hasil. Berdasarkan klasifikasi Liden and Jerger (timpanogram tipe B untuk
OME, timpanogram tipe C untuk gangguan fungsi tuba Eustachius (TE)), OME
ditemukan pada 11 dari 64 pasien rinitis alergi (17,2%) dan 10 pasien (15,6%)
menderita gangguan fungsi TE. Laki-laki 7 dari 11 pasien, lebih banyak diderita
pada anak usia 4-6 tahun (6 dari 11 pasien). Rinitis alergi merupakan riwayat
atopi terbanyak dalam keluarga (9 dari 11 pasien), sebagian besar pasien OME
tidak mengeluh gangguan telinga (8 dari 11 pasien) dan semua pasien yang
asimtomatik berusia kurang dari 10 tahun. Pasien dengan OME lebih sedikit
terpapar asap rokok (4 dari 11 pasien), sebagian besar tidak memelihara anjing
dan kucing (9 dari 11 pasien), semua pasien dengan OME memiliki kadar IgE total
meningkat, dan uji kulit positif.
Kesimpulan. Insidens OME pada rinitis alergi anak 17,2%. Didominasi oleh
laki-laki, usia 4-6 tahun, asimtomatik, peningkatan IgE dan eosnofil total
serta uji kulit positif.
Kata Kunci: rinitis alergi;
otitis media efusi; gangguan fungsi tuba Eustachius
Penulis: Siti Munawaroh,
Zakiudin Munasir, Brastho Bramantyo, Antonius Pudjiadi
Kode Jurnal: jpkedokterandd080138