HUBUNGAN RESPONS TERAPI DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA KARSINOMA NASOFARING WHO TIPE III SETELAH TERAPI


ABSTRACT: Hasil terapi penderita kanker umumnya dinilai dari angka kelangsungan hidup dan angka kontrol penyakit secara lokal/regional. Penilaian ini dilakukan oleh dokter dan tidak menunjukkan bagaimana kepuasan penderita terhadap hasil terapi. Di Indonesia, karsinoma nasofaring (KNF) menempati peringkat keempat keganasan tertinggi, dengan tipe terbanyak adalah KNF WHO tipe III. Penilaian kualitas hidup penting dilakukan karena penyakit dan terapi KNF dapat mempengaruhi beberapa fungsi penting kehidupan (makan, komunikasi, dan hubungan sosial). Belum pernah dilaporkan penelitian mengenai kualitas hidup penderita KNF setelah terapi di Indonesia. Tujuan: Mengetahui hubungan antara respons terapi dengan kualitas hidup penderita KNF WHO tipe III setelah radioterapi atau kemoradioterapi. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Dinilai respons terapi dan kualitas hidup 8 subyek dari kelompok radioterapi, dan 8 subyek dari kelompok kemoradioterapi, dengan waktu evaluasi minimal 3 bulan setelah terapi. Penilaian respons terapi berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir: biopsi nasofaring, foto Rontgen toraks, ultrasonografi abdomen,biopsi aspirasi jarum halus kelenjar getah bening leher (jika ada indikasi), dan foto Rontgen torakolumbal (jika ada indikasi). Penilaian kualitas hidup menggunakan kuesioner EORTC QLQ-C30 dan EORTC QLQ-H&N35. Hasil: Tidak didapati perbedaan respons terapi antara kelompok radioterapi dan kemoradioterapi. Seluruh subyek memiliki respons terapi positif (tidak didapati tumor menetap, kambuh secara lokal dan regional, dan metastasis jauh). Penderita dengan respons terapi positif memiliki kualitas hidup tinggi. Uji perbedaan kualitas hidup menunjukkan perbedaan bermakna hanya dalam hal fungsi emosi (p=0,031). Kesimpulan: Penderita KNF WHO tipe III dengan respons terapi positif memiliki kualitas hidup tinggi. Tidak didapati perbedaan respons terapi antara kelompok radioterapi dengan kemoradioterapi. Penderita yang mendapatkan kemoradioterapi memiliki kualitas hidup lebih tinggi dalam hal fungsi emosi.
Kata kunci: Karsinoma nasofaring, radioterapi, kemoradioterapi, respons terapi, kualitas hidup
Penulis: Deviana, Pudji Rahaju, Iriana Maharani
Kode Jurnal: jpkedokterandd160737

Artikel Terkait :