Hubungan Kadar Serum Aminotransferase dengan Derajat Perlemakan Hati pada Remaja Obesitas
Abstrak: Prevalensi penyakit
perlemakan hati non alkoholik (PPHNA) meningkat bersamaan dengan peningkatan
obesitas pada anak dan remaja. Sebagian besar PPHNA asimtomatis sehingga
penting deteksi dini terutama pada remaja obes karena progresifitas dapat
meningkatkan morbiditas dan mortalitas sirosis pada dewasa muda.
Tujuan. Menganalisis hubungan kadar serum aminotransferase (aspartat
aminotransferase dan alanin aminotransferase) dengan derajat perlemakan hati
pada remaja obesitas.
Metode. Penelitian cross sectional pada remaja obesitas di Kota Padang
dengan jumlah subyek penelitian 43 orang.
Hasil. Rerata kadar serum ALT lebih tinggi daripada rerata kadar serum
AST. Tidak ada subyek pada kelompok bukan PPHNA yang mengalami peningkatan
kadar serum aminotransferase. Berdasarkan pemeriksaan USG abdomen, gambaran
perlemakan hati derajat I (mild), derajat II (moderate), derajat III (severe)
berturut-turut 25 (64%), 8 (20,5%), dan 6 (15,2%) orang. Tidak terdapat
hubungan antara kadar serum aminotransferase dengan derajat perlemakan hati
pada remaja obesitas.
Kesimpulan. Rerata kadar serum aminotransferase pada kelompok PPHNA lebih
tinggi daripada kelompok bukan PPHNA. Tidak terdapat hubungan antara kadar
aminotransferase dengan perlemakan hati pada remaja obes. Berdasarkan
pemeriksaan ultrasonografi abdomen sebagian besar perlemakan hati adalah
derajat I (mild).
Kata Kunci: perlemakan hati
non alkoholik; remaja; obesitas
Penulis: Febianne Eldrian,
Yusri Dianne Jurnalis, Hirowati Ali, Hafni Bachtiar, Rozetti Rozetti
Kode Jurnal: jpkedokterandd160680