Risiko Malnutrisi terhadap Jumlah CD4⁺ Orang dengan HIV/AIDS yang Menjalani Terapi Antiretroviral di Mimika
Abstract: Hubungan status gizi
dengan Cluster of Differentiation 4 (CD4⁺) pada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA)
yang menjalani terapi antiretroviral (ARV) di Papua belum banyak diketahui.
Penelitian bertujuan menganalisis hubungan status gizi terhadap jumlah CD4⁺
subjek penelitian. Parameter status gizi yang digunakan yaitu Indeks Massa
Tubuh (IMT) dan anemia. Jenis penelitian adalah observasional deskriptif dengan
desain cross-sectional. Inklusi yaitu pasien laki-laki dan perempuan sedang
terapi ARV minimal 6 bulan, memiliki data CD4⁺ dan rekam medis lengkap. Subjek
penelitian yaitu 64 pasien HIV/AIDS yang menjalani terapi ARV di Rumah Sakit
Mitra Masyarakat (RSMM) Mimika Papua bulan Januari sampai Oktober 2015, telah
menyetujui inform consent dan memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis
menggunakan statistik Fisher's Exact test dan Odds Ratio (OR). Mayoritas subjek
penelitian adalah perempuan sebanyak 76,6%, kisaran umur 15-35 tahun sebanyak
60,9%, IMT >18,5 sebanyak 85,9%, kadar hemoglobin (Hb) <13g/dL sebanyak
73,4%, dan lama terapi ≤60 bulan sebanyak 75%. Hasil Fisher's Exact test dan
OR, ada hubungan signifikan IMT terhadap jumlah CD4⁺ dengan nilai p˂0,05=0,006
dan OR=13,867 serta 95% interval konvidensi (CI)=2,396-80,266. Hal ini
menunjukkan subjek penelitian dengan IMT≤18,5 atau malnutrisi berisiko 13,867
kali untuk memiliki jumlah CD4⁺ ≤200sel/ul dibandingkan subjek dengan IMT˃18,5.
Variabel jenis kelamin, umur, kadar Hb, dan lama terapi ARV tidak berhubungan
signifikan dengan jumlah CD4⁺. IMT kurus (malnutrisi) berhubungan signifikan
dengan jumlah CD4⁺ rendah yaitu ≤200sel/ul. Jumlah CD4⁺ ≤200sel/ul berisiko
mempercepat status HIV menjadi stadium 4 atau sakit berat yang mengarah kepada
AIDS.
Keywords: Antiretroviral;
CD4⁺; HIV; malnutrisi; Mimika
Penulis: Setyo Adiningsih,
Mirna Widiyanti
Kode Jurnal: jpkedokterandd180012