Peningkatan Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Pasca Implementasi Kebijakan Penggunaan Antimikroba di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru
Abstract: Ancaman global
permasalahan resistensi antibiotik membutuhkan strategi pencegahan yang
mencakup penggunaan antibiotik secara bijak melalui pengawasan penggunaan
antimikroba. Penggunaan antibiotik harus memenuhi beberapa kriteria seperti
indikasi, dosis, lama pemakaian, jarak pemberian yang tepat, serta aman dan
terjangkau bagi masyarakat, dan juga memenuhi pola mikroba dan kultur. Pada
penelitian ini dilakukan analisis rasionalitas penggunaan antibiotik di Bangsal
Kenanga RSUD Arifin Achmad Pekanbaru setelah implementasi kebijakan penggunaan
antimikroba pada periode Maret hingga Agustus 2016. Terdapat 252 penggunaan
antibiotik yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu pre-implementasi sebanyak
92 dan pasca-implementasi sebanyak 160 penggunaan antibiotik. Rasionalitas
penggunaan antibiotik dinilai dengan metode Gyssens yang dilakukan oleh tim
pengkaji. Penggunaan antibiotik rasional meningkat sebanyak 15,1%, penggunaan
antibiotik tanpa indikasi menurun sebanyak 10,9% dan terdapat peningkatan
pemeriksaan kultur sebanyak 57,7%. Berdasarkan uji statistik, terdapat
peningkatan bermakna rasionalitas penggunaan antibiotik setelah implementasi
pedoman penggunaan antibiotik (33,7% vs 48,8%, p=0,020), dan penurunan
penggunaan antibiotik tanpa indikasi (27,2% vs 16,3%, p=0,038). Penerapan
kebijakan penggunaan antimikroba efektif meningkatkan rasionalitas penggunaan
antibiotik. Program ini dapat diperluas di bangsal lain sehingga rasionalitas
penggunaan antibiotik merata di seluruh rumah sakit.
Keywords: Gyssens; kebijakan
antimikroba; rasionalitas; penggunaan antibiotic
Penulis: Dani Rosdiana, Dewi
Anggraini, Mukhyarjon Balmas, Dasril Effendi, Anwar Bet
Kode Jurnal: jpkedokterandd180007