TEKNOLOGI PEMBESARAN ABALON (Haliotis squamata) MELALUI SISTEM RESIRKULASI SEMI TERTUTUP
Abstract: Penelitian
pembesaran abalon dengan sistem resirkulasi semi tertutup mempunyai tujuan
untuk mendapatkan teknik pembesaran abalon H. squamata yang lebih efisien dan
optimal dalam peningkatan pertumbuhan serta sintasannya. Metode resirkulasi
semi tertutup dibuat dengan menggunakan bak yang terdiri dari bak filter pasir
(sand filter), bak penampungan (reservoir) dan bak pemeliharaan abalon. Bak
penampungan diberi bio-block dan dilengkapi pompa dengan kapasitas air 280
l/min (400 watt), Bak pemeliharaan abalon berupa bak beton ukuran PxLxT= 170 cm
x 80 cm x 70 cm. Sebagai perlakuan adalah R-1: kepadatan rendah (10% area=19
ekor), R-2: kepadatan normal (40% area= 74 ekor), dan R-3: kepadatan tinggi
(70% area = 130 ekor). Selama penelitian, abalon diberikan pakan berupa rumput
laut Gracillaria sp. asal tambak dengan dosis adlibitum. Hasil yang diperoleh
menunjukkan ukuran panjang cangkan mutlak, peningkatan pertumbuhan dan
pertumbuhan harian untuk masing-masing perlakuan berturut-turut adalah untuk
perlakuan R-1: 17,06 mm, 61,60 %, 115,67 µm; perlakuan R-2: 19,61 mm, 37,84%,
69,23 µm; perlakuan R3: 9,13 mm, 37,83 %, 61,29 µm. Bobot badan mutlak,
peningkatan pertumbuhan dan pertumbuhan harian masing-masing perlakuan
berturut-turut adalah untuk perlakuan R-1: 12,19 g, 322,04%, 81,30 µg;
perlakuan R-2: 6,08 g, 174,36%, 40,56 µg; perlakuan R-3: 4,22 g, 167,69%, 28,15
µg. Sintasan pada masing-masing perlakuan sebesar R-1: 89,65±2,19%, R-2:
91,51±3,25% dan R-3: 78,54±5.59%. Dapat disimpulkan bahwa kepadatan awal tebar
40% area memberikan hasil terbaik untuk pembesaran abalon dengan sistem
resirkulasi semi-tertutup.
Keywords: abalon; Haliotis
squamata; pembesaran; resirkulasi semi-tertutup; sintasan
Penulis: Bambang Susanto, Ibnu
Rusdi, Fitriyah Husnul Khotimah, I Gusti Ngurah Permana
Kode Jurnal: jpperikanandd140539