PENDEDERAN BENIH ABALON Haliotis squamata DENGAN WAKTU AWAL PENJARANGAN BERBEDA
Abstract: Produksi masal benih
abalon Haliotis squamata telah berhasil dilakukan di Balai Besar Penelitian dan
Pengembangan Budidaya Laut Gondol-Bali, namun masih diperlukan perbaikan dalam
teknik pendederan benih abalon di hatchery. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui waktu awal penjarangan selama pendederan yang dapat meningkatkan
pertumbuhan dan sintasan benih abalon. Wadah penelitian menggunakan keranjang
plastik persegi panjang ukuran 35x25x8 cm3 sebanyak 9 buah yang ditempatkan
dalam bak beton berbentuk persegi panjang berkapasitas 5 m3 menggunakan sistim
air mengalir. Setiap keranjang diisi benih abalon berukuran panjang cangkang
dan berat awal masing-masing 10,14±0,27 mm dan 0,16±0,01 g dengan kepadatan 250
ekor/keranjang. Sebagai perlakuan adalah pendederan benih abalon dengan
perbedaan waktu awal penjarangan, yaitu: (A) Setelah hari ke-30 pemeliharaan;
(B) Setelah hari ke-45 pemeliharaan dan (C) Setelah hari ke-60 pemeliharaan.
Lama pemeliharaan benih abalon berlangsung selama 105 hari. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata (P<0,05) antar perlakuan
terhadap pertumbuhan panjang cangkang dan bobot tubuh benih abalon pada akhir
penelitian. Pendederan benih abalon dengan waktu awal penjarangan antara hari
ke 30-45 menghasilkan laju pertumbuhan panjang harian benih abalon lebih tinggi
(112,98 dan 118,01 µm/hari) dibanding penjarangan benih setelah hari ke-60
pemeliharaan (104,10 µm/hari). Sintasan benih abalon pada semua perlakuan di
akhir penelitian berkisar 97,67-98,67%. Untuk mendapatkan pertumbuhan terbaik
pada pendederan abalon, sebaiknya dilakukan penjarangan benih pada hari ke
30-45 periode pemeliharaan.
Keywords: abalon; Haliotis
squamata; pendederan; pertumbuhan; sintasan
Penulis: Ibnu Rusdi, Bambang
Susanto, Fitriyah Husnul Khotimah
Kode Jurnal: jpperikanandd140538