PENGARUH PROGRAM MINAPOLITAN TERHADAP KELEMBAGAAN USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI PULAU SUMBAWA
ABSTRAK: Tujuan dari
penelitian ini menganalisis pengaruh program minapolitan terhadap karakteristik
kelembagaan usaha budidaya rumput laut di Pulau Sumbawa. Aspek yang dilihat
adalah kelembagaanaktor dan pola hubungan, kelembagaan aturan, kebijakan
pemerintah pusat, kebijakan pendukunginternal, dan kebijakan eksternal. Dari
sisi kelembagaan aktor terlihat bahwa sebelum program minapolitan usaha
budidaya rumput laut bersifat perorarangan, akan tetapi setelah program
minapolitanbudidaya rumput laut berkelompok. Hal inilah yang menjadi kelemahan
dari motivasi pembudidaya rumput laut di Pulau Sumbawa, dimana hanya wahana
pencairan bantuan. Pada sisi kelembagaanaturan, sebelum program minapolitan
harga ditentukan oleh pengepul karena adanya ikatan utang.Setelah program
minapolitan bargaining position pembudidaya naik sehingga harga ditentukanberdasarkan
kesepakan pembudidaya dan pengepul. Pada dimensi kebijakan internal pemerintah:
pemerintah daerah menindak lanjuti kebijakan pemerintah pusat dalam bantuan
PUMP untukpembudidaya rumput laut dengan fasilitasi berupa pembentukan kelompok
pembudidaya rumput laut,penentuan penerima bantuan, dan pembuatan aturan yang
terkait zonasi. Pada dimensi kebijakan eksternal berupa bantuan dari pihak
perbankan untuk penguatan kelembagaan dimana Bank Bukopin menginisiasi
pembentukan koperasi “Algae Bersaing” dengan bantuan modal untuk petani rumput
laut sebesar Rp. 900 juta. Diharapkan pemerintah membenahi motivasi berkelompok
pembudidaya rumput laut, yaitu untuk mencapai tujuan yang sama, tapi di Pulau
Sumbawa setelah pencairan bantuankelompok pembudidaya banyak yang bubar.
Kata Kunci: kelembagaan;
bargaining position; kelompok; internal; ekternal
Penulis: Mira
Kode Jurnal: jpperikanandd150539