PEMURNIAN MINYAK IKAN PATIN DARI HASIL SAMPING PENGASAPAN IKAN

ABSTRAK: Isi perut merupakan hasil samping pengasapan ikan patin (Pangasius hypophthalmus) yang jumlahnya mencapai 5-6%/hari dari jumlah ikan yang diasap. Jumlah hasil samping yang besar tersebut apabila tidak diolah dapat mencemari lingkungan. Masyarakat pengolah di Kabupaten Kampar, Riau telah mengekstraksi isi perut tersebut menjadi minyak ikan kasar dengan produksi110 L/hari. Untuk itu diperlukan teknologi pemurnian yang dapat meningkatkan nilai ekonomi minyakikan kasar yang ada. Penelitian ini bertujuan melakukan pemurnian minyak kasar hasil samping pengasapan ikan patin dengan menggunakan empat metode pemurnian. Masing-masing metodepemurnian tersebut memiliki perbedaan seperti konsentrasi bentonit, waktu dan suhu proses,konsentrasi NaOH pada proses netralisasi, dan penggunaan asam sitrat atau natrium klorida padaproses degumming. Bahan penelitian yang digunakan adalah dua jenis minyak ikan patin kasaryaitu hasil ekstraksi isi perut ikan patin dengan pengukusan dan hasil ekstraksi dengan pemanasan. Sebelum dan setelah dimurnikan, minyak ikan dianalisis bilangan asam lemak bebas, bilanganperoksida, bilangan iodin, warna, dan profil asam lemak. Hasil penelitian menunjukkan bahwapada minyak ikan hasil ekstraksi dengan pengukusan yang dimurnikan menggunakan metode I,terjadi penurunan nilai asam lemak bebas sebesar 50,79%; peroksida sebesar 23,75%; dan peningkatan angka iodin 20,99%. Sedangkan pada minyak ikan hasil ekstraksi dengan pemanasanyang telah dimurnikan menggunakan metode II terjadi penurunan nilai asam lemak bebas sebesar50,30%; peroksida 49,77%; dan peningkatan angka iodin 30,92% Pemurnian minyak ikan patin terbaik dihasilkan dari minyak hasil ekstraksi dengan pengukusan yang dimurnikan dengan metode I dan minyak hasil ekstraksi dengan pemanasan yang dimurnikan dengan metode II karena telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh International Association of Fish Meal Manufactures, International Fish Oil Standard, dan standar farmakope Indonesia sebagai minyak ikan mutu pangan.
KATA KUNCI: Pangasius hypophthalmus, pengasapan, isi perut, minyak ikan, pemurnian
Penulis: Rodiah Nurbaya Sari, Bagus Sediadi Bandol Utomo, Jamal Basmal dan Ema Hastarini
Kode Jurnal: jpperikanandd160100

Artikel Terkait :