KONDISI RUMPUT LAUT ALAM DI PERAIRAN PANTAI UJUNG GENTENG, SUKABUMI DAN LABUHANBUA, SUMBAWA: POTENSI KARBON BIRU DAN PENGEMBANGAN BUDIDAYA
Abstract: Sumberdaya rumput
laut alam yang berlimpah di perairan Indonesia merefleksikan besarnya potensi
penyerapan karbon oleh rumput laut untuk mengurangi gas rumah kaca, CO2, yang
merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya fenomena perubahan iklim.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi serapan karbon oleh rumput
laut alam di kawasan pesisir Labuhanbua, Kabupaten Sumbawa, NTB dan Ujung
Genteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pengumpulan data lapangan berdasarkan
titik-titik pengamatan yang disebar pada transek garis yang tegak lurus
terhadap garis pantai; meliputi data luas tutupan, jenis, dan kandungan karbon
rumput laut alam yang dominan ditemukan pada kedua lokasi penelitian. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa jenis-jenis rumput laut yang ditemukan di kawasan
pantai Ujung Genteng terdiri atas 36 spesies dan di Labuhanbua 28 spesies.
Berdasarkan besarnya simpanan karbon dalam bentuk biomassa pada berbagai
spesies rumput laut alam di kedua lokasi penelitian, maka Sargassum sp., Padina
sp., Dictyota dichotoma, Hydroclathrus clatratus, Gracilaria sp., G. foliifera,
G. salicornia, Gelidium sp., dan Turbinaria sp., merupakan spesies potensial
yang berperan sebagai media penyimpanan karbon biru, dan semua jenis tersebut
dapat dikembangkan melalui aktivitas budidaya.
Keywords: karbon biru; rumput
laut alam; simpanan karbon; mitigasi perubahan iklim; Sumbawa; Sukabumi
Penulis: Erlania, I Nyoman
Radiarta, Joni Haryadi, Ofri Johan
Kode Jurnal: jpperikanandd150413