KERAGAAN BIOREPRODUKSI DAN PERTUMBUHAN TIGA POPULASI IKAN BAUNG (Hemibagrus nemurus Val. 1840)
Abstract: Ikan baung
(Hemibagrus nemurus Val. 1840) termasuk kelompok catfish bernilai ekonomis, di
Asia populer dengan nama “green catfish”. Informasi tentang variasi genetik dan
keragaan bioreproduksi dari ketiga kandidat populasi hasil kegiatan 2011,
yaitu: populasi Cisadane (Sdn), Cirata (Crt), dan Serayu (Sry) telah dijadikan
informasi dasar dalam keperluan seleksi atau persilangan antar strain agar
diperoleh ikan yang cepat tumbuh. Populasi Serayu menunjukkan tingkat variasi
genetik paling kecil, namun memiliki aspek bioreproduksi lebih baik, sementara
populasi Cirata menunjukkan kekerabatan dan variasi genetik lebih tinggi dari
populasi Serayu dan Cisadane. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
keragaan bioreproduksi dan pertumbuhan hasil persilangan dari tiga populasi
yang digunakan. Keturunan hasil persilangan antara ketiga populasi telah
diamati pada aspek Spesific Growth Rate (SGR), bobot akhir, dan sintasan (SR)
pada stadia benih umur 42 hari, serta parameter bioreproduksi dari
masing-masing populasi induk antara lain: perkembangan gonad, fekunditas, dan
indeks ova somatik. Hasil persilangan antara populasi Sdn x Sry menghasilkan
nilai heterosis tertinggi pada parameter SGR (8,72%); heterosis sintasan
tertinggi dicapai oleh persilangan Sry dengan Sdn (45,45%); sedangkan bobot
akhir dicapai oleh persilangan Crt dengan Sdn (22,08%). Persilangan dua arah
antara populasi Cisadane dan populasi Cirata adalah persilangan dengan respons
tertinggi pada parameter SR dan bobot akhir nilai IOS (Indeks Ova Somatik)
Cisadane 15,9% dan Cirata 20,7%.
Keywords: ikan baung;
persilangan; intraspesifik; heterosis
Penulis: Jojo Subagja,
Wahyulia Cahyanti, Nunak Nafiqoh, Otong Zenal Arifin
Kode Jurnal: jpperikanandd150355