EMBRIOGENESIS DAN PERKEMBANGAN LARVA IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy)
Abstract: Embriogenesis dan
perkembangan larva merupakan suatu fase perkembangan dalam proses kehidupan
ikan. Fase tersebut merupakan fase yang sangat kritis yang harus dipahami dalam
kegiatan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui embriogenesis dan
perkembangan larva ikan gurami dalam media pemeliharaan terkontrol. Pengamatan
embrio dimulai jam ke-21 sampai dengan hari ke-8. Dari data yang diperoleh
menunjukkan bahwa proses perkembangan embrio ikan gurami dapat dibagi menjadi
dua fase besar yaitu fase perkembangan embrio sampai keluarnya ekor dan fase
perkembangan larva. Pada fase perkembangan embrio dibagi menjadi tiga tahap
yaitu tahap pembelahan inti sel telur, fase pembentukan calon embrio, dan
perkembangan embrio hingga keluarnya ekor. Sedangkan fase perkembangan larva
yaitu fase perkembangan berkaitan dengan perkembangan organogenesis yang
diawali larva bergerak dengan ekor yang sederhana serta belum terlihat adanya
diferensiasi yang jelas mengenai organ tubuh bagian badan dan kepala. Proses
organogenesis meliputi pembentukan titik mata, insang, jantung, dan usus.
Perkembangan larva ikan gurami dari keluarnya ekor (fase bergerak) sampai
dengan larva yang sempurna memerlukan waktu sekitar enam hari (pada suhu
inkubasi 29°C-30°C). Ada korelasi positif (R = 0,721) antara nilai absorsi
kuning telur (yolksac) dengan pertumbuhan larva. Pada saat habisnya kuning
telur, panjang larva ikan gurami berukuran 8,9 mm ± 0,45 mm. Larva ikan gurami
akan terbentuk mulut dan aktif dalam waktu enam hari sejak keluarnya ekor.
Bukaan mulut larva ikan gurami pada saat habisnya kuning telur berukuran 0,73 ±
0,11 µm.
Keywords: embriogenesis;
perkembangan larva; ikan gurami
Penulis: Sularto, Rita
Febrianti, Suharyanto
Kode Jurnal: jpperikanandd150640