EFEKTIVITAS PENGGUNAAN BEBERAPA SUMBER BAKTERI DALAM SISTEM BIOFLOK TERHADAP KERAGAAN IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS)
ABSTRACT: Ikan nila merupakan
ikan konsumsi air tawar dengan nilai ekonomis yang cukup tinggi, sehingga nila
banyak dibudidayakan secara intensif untuk meningkatkan nilai produksi. Pakan
buatan berupa pelet menjadi sumber nutrisi utama bagi ikan untuk mempercepat
laju pertumbuhan. Pelet yang tidak dimanfaatkan oleh ikan menjadi limbah
ammonia di perairan yang dapat menurunkan kualitas air. Teknologi bioflok
diaplikasikan untuk mengubah limbah ammonia menjadi biomassa mikroba yang dapat
dijadikan sebagai pakan alami di perairan dengan bantuan bakteri heterotrof.
Setiap spesies bakteri memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam membentuk
flok dan mensintesis senyawa PHB (polyhidroksibutirat). Kecepatan aktivitas
bioflokulasi dalam teknologi bioflok ditentukan oleh penggunaan inokulasi
bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan
sumber bakteri berbeda dalam budidaya sistem bioflok terhadap keragaan ikan
nila seperti laju pertumbuhan, survival rate (SR) dan feed conversion ratio
(FCR). Penelitian menggunakan RAL dengan 4 perlakuan (Tanpa BFT, BFT limbah
lele, BFT Lactobacillus casei, BFT Bacillus sp) dan 3 ulangan. Perlakuan
diberikan pada ikan nila berukuran 3-5 cm yang dipelihara pada kolam terpal
berukuran 0,5x0,5x0,5m selama 40 hari dengan FR 3%. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa penggunaan sumber bakteri yang berbeda dalam sistem bioflok
memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan mutlak dan pertumbuhan
harian ikan nila (P>0,5) namun tidak memberikan pengaruh yang nyata
terhadap FCR dan SR (P<0,5). Penggunaan bakteri Lactobacillus casei dalam
pembentukan bioflok memberikan hasil yang terbaik dengan pertumbuhan berat
mutlak tertinggi (3,89 gr±0,19), FCR (1,05± 0,11) dan SR (88%± 0,05).
Kata kuci: Ikan nila, amoniak, bioflok, bakteri, dan PHB
Penulis: Bestania Putri,
Wardiyanto, Supono
Kode Jurnal: jpperikanandd150611