DAMPAK KENAIKAN HARGA BBM TERHADAP KINERJA SEKTOR KELAUTAN DAN PERIKANAN
ABSTRACT: Tujuan dari
penelitian ini mengevaluasi dampak kenaikan harga BBM terhadap kinerja sektor
kelautan dan perikanan. Penelitian ini menggunakan data input-output nasional
yang dianalisis dengan computable general equilibrium model. Hasil analisis
mengindikasikan pertama, dampak kenaikan harga BBM dalam kurun waktu 10 tahun
(17,94%) menyebabkan output perikanan tangkap TCT (Tuna, Cakalang dan Tongkol)
turun sebesar 0,132%, tapi dampak kenaikan harga BBM terhadap penurunan output
perikanan budidaya tidak terlalu besar contohnya output patin turun sebesar
0,012%. Kedua, dampak kenaikan harga BBM terhadap harga ikan tidak sebanding
dengan kenaikan harga BBM, kenaikan harga rata-rata output ikan TCT akibat
penurunan subsidi hanya sebesar 0,567%. Ketiga, penurunan total ekspor sektor
perikanan tangkap lainnya akibat kenaikan harga BBM adalah 1,211%. Keempat,
kenaikan harga BBM, meningkatkan impor perikanan tangkap laut lainnya sebesar
0.51%, dan untuk komoditas Tuna dan Cakalang sebesar 0.48%. Kelima, kenaikan
BBM menurunkan jumlah tenaga kerja sebesar 0,346% pada usaha perikanan TCT.
Keenam, kenaikan harga BBM membuat household demand menurun pada komoditas ikan
tangkap (0,103%) dan ikan hasil olahan dan kering (0,109%). Diharapkan ketika
terjadi kenaikan harga BBM pemerintah tetap harus mendukung kebijakan mata
pencarian alternatif untuk nelayan ketika mereka tidak bisa melaut, seperti
usaha budidaya laut.
KEYWORDS: BBM; harga; CGE;
kinerja; dampak
Penulis: Mira, Rikrik
Rahadian, Armen Zulham
Kode Jurnal: jpperikanandd140457