BUDIDAYA Artemia MENGGUNAKAN PAKAN LIMBAH SAYUR PASAR/SILASE SAYUR DAN SILASE IKAN

ABSTRAK: Kebutuhan pakan hidup terutama Artemia menjadi pilihan alternatif dalam pemeliharaancalon induk maupun induk udang. Hewan renik ini mempunyai keunggulan dibandingkandengan jenis pakan hidup lain. Kandungan protein Artemia mencapai 40%-60% bahkanlebih. Selain itu, Artemia dapat beradaptasi dengan kisaran beberapa parameter kualitas air yang luas. Artemia mempunyai gerakan berenang yang lambat sehingga udang/ ikan dapat menangkap dengan mudah. Artemia juga dapat digunakan sebagai media transfer berbagai jenis nutrisi, hormon maupun bahan lain. Pakan utama yang diberikan pada budidaya Artemia ini berupa silase dari limbah sayur pasar. Kegiatan ini bertujuanuntuk memanfaatkan limbah sayur pasar yang banyak menumpuk dan tidak bermanfaatdijadikan pakan Artemia. Budidaya Artemia dewasa dilaksanakan di media air laut murni salinitas 30-33 ppt pada bak permanen kapasitas 8 m3 yang diisi 6 m3. Padat tebar nauplius Artemia 100-150 ekor/L, yang berasal dari hasil penetasan kista Artemia sebanyak 30 g. Waktu yang diperlukan hingga mencapai Artemia dewasa sekitar dua minggu denganpakan diberikan 3-4 kali/hari. Indikator kecukupan pakan berdasar kecerahan. Pada awal tebar kecerahan dipertahankan pada 30 cm dan setelah satu minggu pemeliharaan kecerahan diset pada 20 cm.
KATA KUNCI: limbah sayur pasar, Artemia, silase
Penulis: Tri Wahyu Widayati dan Budi Santoso
Kode Jurnal: jpperikanandd140513

Artikel Terkait :