ADOPSI TEKNOLOGI BUDIDAYA UDANG SECARA INTENSIF DI KOLAM TAMBAK
ABSTRACT: Tulisan ini
merupakan hasil penelitian terkait gambaran penerimaan teknologi yang
diterapkan pada demfarm oleh pengguna dilihat dari tingkat adopsi teknologi
yang diintroduksi oleh kelompok penerima program demfarm. Penelitian dilakukan
menggunakan pendekatan analisis kebijakan. Teknologi yang dievaluasi adalah
teknologi yang diperkenalkan pada demfarm budidaya udang di kolam tambak secara
intensif. Verifikasi lapang ke lokasi percontohan di wilayah Kabupaten
Karawang, Jawa Barat dilakukan pada bulan Mei 2014. Analisis dan interpretasi
data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petambak
penerima program dapat mengadopsi sebesar 92% dari keseluruhan teknologi yang
dianjurkan pada usaha budidaya udang secara intensif. Teknologi yang diterapkan
pada demfarm ini belum diadopsi oleh petambak di sekitarnya, sehingga belum
terjadi difusi teknologi budidaya udang vaname yang dilaksanakan melalui
demfarm. Alasan utama yang dikemukakan oleh para petambak disekitar area
demfarm adalah keterbatasan modal dan pembiayaan usaha untuk pelaksanaan
operasional budidaya udang vaname di kolam tambak yang mereka miliki, mengingat
berdasarkan hasil penghitungan untuk biaya pembukaan tambak udang yang ada di
sekitar lokasi demfarm cukup mahal yaitu mencapai Rp.750 juta per hektar.
KEYWORDS: adopsi teknologi;
budidaya udang; intensif; tambak; Karawang
Penulis: Zahri Nasution, Bayu
Vita Indah Yanti
Kode Jurnal: jpperikanandd150563