ADAPTASI TEKNOLOGI BUDIDAYA STRAIN UNGGUL PATIN PASUPATI MENDUKUNG INDUSTRIALISASI PERIKANAN
Abstract: Industrialisasi
merupakan kebijakan terobosan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk
menghadapi era globalisasi yang membutuhkan kinerja produksi dan daya saing
pada produk perikanan dan kelautan. Secara spesifik revitalisasi budidaya ikan
patin menjadi salah satu strategi penting dalam program industrialisasi di KKP,
karena ikan tersebut merupakan salah satu komoditas unggulan perikanan . Hasil
perakitan strain unggul ikan patin Pasupati yang di rilis pada tahun 2006 perlu
di deseminasikan kepada masyarakat luas. Dalam rangka mengadaptasikan strain
baru tersebut, maka perlu pengkajian di sentra budidaya patin untuk
mengevaluasi keragaan produksi strain ikan patin Pasupati. Tujuan pengkajian
adalah mengadaptasikan teknologi inovatif budidaya strain unggul patin Pasupati
kepada stakeholders, serta mengembangkan metode transfer teknologi yang adaptif
kepada masyarakat secara langsung. Kegiatan pengkajian dilakukan di kota
Palembang dan kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan pada bulan
Januari–Desember 2013. Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu
inisiasi, sosialisasi, dan pelaksanaan kegiatan. Hasil pengkajian menunjukkan
bahwa teknologi inovatif budidaya strain unggul patin Pasupati telah dapat di
adaptasikan kepada stakeholders di kota Palembang dan kabupaten Musi Banyuasin
dengan model penerapan IPTEKMAS. Produksi biomass ikan patin Pasupati mampu
mencapai 64 ton/Ha/th atau 28.0 % lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata
produksi patin Siam di Palembang. Hasil yang cukup signifikan ini merupakan
daya dorong yang positif untuk pengembangan strain unggul ikan patin Pasupati
di wilayah sentra budidaya patin lainnya. Komoditas ikan patin Pasupati dengan
daging putih diharapkan dimasa depan dapat dilanjutkan sebagai pasok bahan baku
industri fillet. Dengan bimbingan teknis yang konsisten dari kegiatan ini,
telah terjadi proses adopsi teknologi oleh kooperator. Hal ini terbukti dari
berlanjutnya siklus kedua dari ketiga kelompok kooperator terpilih dengan modal
hasil panen siklus pertama yang diperoleh dari penerapan IPTEKMAS tahun 2013.
Adopsi teknologi budidaya patin Pasupati dalam skala yang lebih luas akan
berdampak terhadap perkembangan industrialisasi perikanan.
Keywords: adaptasi teknologi;
budidaya; patin Pasupati; industrialisasi
Penulis: Wartono Hadie,
Sularto Sularto, Jojo Subagja, Lies Emmawati Hadie
Kode Jurnal: jpperikanandd140533