Preferensi Risiko Petani Padi di Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur
ABSTRAK: Kabupaten Bojonegoro
merupakan salah satu wilayah lumbung pangan dan energi serta sentra produksi
padi tertinggi ke 4 di provinsi Jawa Timur merupakan wilayah yang paling rentan
terhadap bencana banjir sungai Bengawan Solo. Fluktuasi produksi selama enam
tahun terakhir menunjukan adanya risiko produksi di Kabupaten Bojonegoro.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor – faktor yang memengaruhi
produksi dan risiko produksi dan menganalisis preferensi risiko petani padi
padi di Kabupaten Bojonegoro. Data yang digunakan adalah data sekunder dari
hasil penelitian Pusat Studi Bencana IPB tahun 2016 yang dilaksanakan pada
bulan Maret - April 2016 di Desa Kegungprimpen, Kecamatan Kanor, Kabupaten
Bojonegoro dengan sampel yang digunakan, yaitu 50 petani padi. Teknik analisis
data menggunakan analisis regresi linier berganda dan absolute risk averse
(AR). Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel luas lahan, pestisida, dan
banjir merupakan faktor peningkat risiko (risk increasing factors), sedangkan
tenaga kerja, pupuk kimia dan pupuk organik merupakan faktor pengurang risiko
(risk reducing factors). Preferensi risiko petani secara keseluruhan
menunjukkan bahwa seluruh petani padi yang ada di Desa Kedungprimpen bersifat
risk taker. Perlu adanya pendampingan penggunaan input pestisida dan asuransi
pertanian yang dapat memberikan perlindungan kepada petani padi sebagai
antisipasi terhadap risiko produksi
PENULIS: Natasa Apriana, Anna
Fariyanti, Burhanuddin
Kode Jurnal: jppertaniandd170491