PERAKITAN STRAIN IKAN LELE Clarias gariepinus (BURCHELL, 1822) TUMBUH CEPAT MELALUI SELEKSI INDIVIDU: PEMBENTUKAN POPULASI DASAR SINTETIS
Abstract: Mutu genetis ikan
lele Afrika Clarias gariepinus hasil introduksi di Indonesia telah mengalami
penurunan, diindikasikan dengan penurunan laju pertumbuhannya, sehingga
diperlukan upaya pemuliaan. Pemuliaan dalam rangka merakit strain ikan lele
Afrika tumbuh cepat dapat dilakukan melalui program seleksi. Program seleksi
tersebut di Balai Penelitian Pemuliaan Ikan diawali pada tahun 2010 melalui
koleksi, karakterisasi dan evaluasi sumberdaya genetis ikan lele Afrika.
Selanjutnya, pada tahun 2011 dilanjutkan dengan pembentukan populasi dasar
sintetis melalui persilangan diantara empat populasi koleksi, yakni Dumbo,
Sangkuriang, Paiton dan Mesir yang pada saat pemanenan diseleksi sebanyak 5%
terbaik, sehingga terbentuk populasi dasar sintetis dengan keragaman genetis
yang luas. Populasi dasar sintetis yang dibentuk berupa dua populasi yang
nantinya akan dipergunakan sebagai dasar pembentuk populasi generasi berikutnya
melalui pemijahan secara resiprokal diantara keduanya. Populasi dasar sintetis
yang terbentuk menunjukkan variasi ukuran (bobot) yang tinggi selama tahap
pembenihan (57,26%), pendederan (52,84%) dan pembesaran (69,01%), dengan laju
pertumbuhan spesifik yang relatif tinggi selama tahap pembenihan (18,88% bobot/
hari), pendederan (5,59% bobot/hari) dan pembesaran (4,67% bobot/hari). Ikan
lele jantan populasi dasar sintetis hasil seleksi yang terbentuk pada saat
pemanenan memiliki bobot 398,80±184,79 g dengan diferensial seleksi sebesar
204,12 g (populasi kontrol rata-rata 194,68±13,90 g) dan ikan lele betina
berbobot 324,78±167,94 g dengan diferensial seleksi sebesar 148,09 g (populasi
kontrol rata-rata 176,69±11,11 g). Keragaan tersebut mengindikasikan bahwa
populasi dasar sintetis tersebut prospektif dan berpotensi untuk dipergunakan
dalam program seleksi.
Keywords: populasi dasar
sintetis; pertumbuhan; variasi; seleksi; ikan lele Afrika Clarias gariepinus
Penulis: Bambang Iswanto,
Rommy Suprapto, Huria Marnis, Imron
Kode Jurnal: jpperikanandd120658