PENGARUH FERMENTASI MENGGUNAKAN Trichoderma viride DAN Phanerochaete chrysosporium SERTA GABUNGAN KEDUANYA TERHADAP KOMPOSISI NUTRIEN TEPUNG JAGUNG SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN IKAN
Abstract: Ketergantungan dunia
akuakultur terhadap bungkil kedelai sangat besar. Dalam formulasi pakan ikan
pemakaian bungkil kedelai bisa mencapai 30%. Padahal hampir sebagian besar
bungkil kedelai masih mengandalkan impor sehingga harga pakan ikan mahal.
Jagung berpotensi sebagai alternatif pengganti bungkil kedelai. Kendala yang
dihadapi dalam pemanfaatannya sebagai bahan baku pakan adalah masih rendahnya
nilai nutrien jagung dibandingkan bungkil kedelai. Tujuan penelitian ini adalah
melihat pengaruh fermentasi menggunakan Trichoderma viride dan Phanerochaete
chrysosporium serta gabungan keduanya (1:1) terhadap komposisi nutrien tepung
jagung. Proses fermentasi dilakukan selama lima hari dengan dosis 10% (v/b) dan
diinkubasi pada suhu ruang (30oC). Parameter yang diukur yaitu kadar nutrien
tepung jagung meliputi kadar air, protein, lemak, abu serat kasar, dan BETN.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi menggunakan T. viride, P.
chrysosporium, dan gabungan keduanya sangat mempengaruhi nilai nutrien tepung
jagung yaitu peningkatan kadar protein (54,18%-131,45%); lemak
(25,18%-228,58%); dan abu (1,61%-2,31%); serta penurunan bahan ekstrak tanpa
nitrogen (BETN). Peningkatan protein paling tinggi diperoleh pada tepung jagung
yang difermentasi menggunakan gabungan T. viride dan Phanerochaete
chrysosporium yaitu sebesar 131,45% (dari 7,25% menjadi 16,78%).
Keywords: fermentasi; tepung
jagung; T. viride; P. chrysosporium
Penulis: Irma Melati,
Mulyasari, Zafril Imran Azwar
Kode Jurnal: jpperikanandd120479