PENGARUH METODE PERLAKUAN AWAL (PRE-TREATMENT) DAN SUHU PENGERINGAN TERHADAP MUTU FISIK TEPUNG UBI JALAR ORANYE

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode perlakuan awal dan suhu pengeringan terhadap mutu fisik, kimia, dan fungsional tepung ubi jalar oranye. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor, yaitu metode perlakuan awal (P): (ubi tidak dikupas dan diiris, ubi dikupas dan diiris, ubi tidak dikupas lalu diiris dan perendaman sodium metabisulfit (Na2S2O5) 0,5 %, ubi dikupas lalu diiris dan perendaman sodium metabisulfit (Na2S2O5) 0,5 % dan suhu pengeringan (T): (50 oC, 55 oC, 60 oC, 65 oC). Parameter yang dianalisa meliputi nilai warna, densitas kamba, organoleptik warna dan aroma, dan indeks pencoklatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan awal memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap nilai warna, organoleptik warna dan aroma, serta memberikan pengaruh berbeda tidak nyata terhadap densitas kamba dan indeks pencoklatan. Suhu pengeringan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap organoleptik warna dan indeks pencoklatan, serta memberikan pengaruh berbeda tidak nyata terhadap nilai warna, densitas kamba, dan organoleptik aroma. Interaksi antara kedua faktor memberikan pengaruh berbeda tidak nyata terhadap nilai warna, densitas kamba, organoleptik warna dan aroma, dan indeks pencoklatan.
Kata kunci: kulit ubi, perlakuan awal, sodium metabisulfit, suhu pengeringan, tepung ubi jalar oranye
Penulis: Aisyah Nurul Jannah, Elisa Julianti, Linda Masniary Lubis
Kode Jurnal: jppertaniandd170110

Artikel Terkait :