PENINGKATAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI KELURAHAN WOLOAN SATU UTARA KECAMATAN TOMOHON BARAT KOTA TOMOHON
Abstract: Masyarakat kelurahan
Woloan Satu Utara saat ini memanfaatkan tiga mata air untuk melakukan aktivitas
sehari-sehari seperti mencuci baju, MCK, dan lain sebagainya. Aktivitas
masyarakat tersebut langsung dilakukan
pada mata air. Lokasi mata air ada yang berada di sekitar daerah pemukiman, ada
juga yang agak jauh dari daerah
pemukiman sehingga menyulitkan bagi masyarakat untuk beraktifitas. Perlu
dilakukan peningkatan sistem penyediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat kelurahan Woloan Satu Utara.
Dalam menganalisis kebutuhan air, jumlah penduduk sangatlah berpengaruh.
Untuk menentukan pertumbuhan jumlah penduduk digunakan beberapa model analisis
antara lain analisis regresi linear, analisis regresi logaritma, dan analisis
regresi eksponensial. Analisis ketersediaan air dilakukan dengan mengukur debit
tiap mata air. Sistem distribusi perpipaan menggunakan rumus Hazen-Williams.
Sistem jaringan air bersih didesain, dari mata air dialirkan secara gravitasi
ke bak penampung kemudian dari bak penampung dipompa ke reservoir, kemudian
dari reservoir didistribusikan ke hidran umum secara gravitasi.
Total kebutuhan air untuk memenuhi kebutuhan air hingga 10 tahun ke depan
sebesar 0.724 l/det. Jenis pipa yang digunakan adalah HDPE (high density
polyethylene). Sistem transmisi dari bak penampung ke reservoir distribusi
menggunakan pompa (Q³12 m3/jam = 200 l/menit = 3,33 l/dtk, memiliki suction
head ³ 1,43 m, dan memiliki discharge head ³ 86,87m). Diameter pipa transmisi dan distribusi
digunakan sebesar 4”. Jumlah hidran umum 9 unit dengan kapasitas tiap hidran
1,5m3.
Penulis: Glandi Deivie Kambey,
Jeffry S. F. Sumarauw, Lambertus Tanudjaja
Kode Jurnal: jptsipildd160344