Kajian Eksperimental Parameter Modal Bangunan Dua Lantai dengan Metode Modal Analisis
Abstrak: Pengukuran getaran
merupakan kegiatan yang umum dilakukan dalam perawatan prediktif. Perawatan
prediktifbiasanya menggunakan pengukuran sinyal getaran untuk mendeteksi
kerusakan yang terjadi pada mesin. Sinyalgetaran yang terukur tersebut,
kemudian ditransformasikan dalam bentuk grafik fungsi respon frekuensi
(FRF).Selanjutnya FRF diolah sedemikian rupasehingga diperoleh modus getar
struktur. Dari modus getar yang diperoleh,maka dapat dianalisa kemungkinan
kerusakan yang terjadi pada mesin dengan melihat besarnya amplitudo
getarannya.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa karakteristik dinamik
dari sistem getaran yang terjadi pada model strukturbangunan dua lantai.
Pengujian dilakukan denganmemberikan gaya eksitasi menggunakan impact
hammer.Akselerometer digunakan mengukur sinyal getaran yang terjadi pada
struktur. Posisi penempatan akselerometerdilakukan bervariasi untuk delapan
titik pengujian yang berbeda. Sedangkan posisi pemberian gaya eksitasi tetap
untuksemua titik pengujian. Pada penelitian ini menggunakan metode modal
analisis eksperimen untuk mengetahuikarakteristik dinamik dari model struktur bangunan
dua lantai. Teknik modal analisis ini digunakan untuk mendapatkanparameter
modal seperti frekuensi, rasio redaman, dan modus getar. Hasil yang diperoleh
dari penelitian inimenunjukkan bahwafrekuensi pribadipertama pada amplitudo
maksimum mempunyai nilai yang sama, yaitu 2,313 Hz.Sedangkan untuk frekuensi
pribadi kedua pada amplitudo maksimumnya terdapat perbedaan, yaitu pada titik
pengujian3 dan 7. Hal ini dapat disebabkan oleh pemberian gaya eksitasi yang
tidak sama dengan titik-titik pengujian yang lain.
Penulis: Islahuddin, Meifal
Rusli, Mulyadi Bur
Kode Jurnal: jptmesindd160178