PENGARUH PEMILIHAN JARAK PANDANG DALAM MENENTUKAN PANJANG LENGKUNG VERTIKAL CEMBUNG TERHADAP BIAYA PELAKSANAAN JALAN BARU

Abstract: Jarak pandang yang terdiri dari jarak pandang henti (Jh) dan jarak pandang mendahului (Jd) memiliki pengaruh yang sangat signifikan pada volume pekerjaan perkerasan aspal, yang mana pengaplikasian Jh untuk mendesain lengkung vertikal cembung dianggap menghasilkan volume perkerasan aspal yang lebih sedikit daripada pengaplikasian Jd. Anggapan ini harus dibuktikan secara ilmiah dalam perhitungan untuk menentukan panjang lengkung vertikal cembung dengan menggunakan kedua jarak pandang melalui analisis pada gambar potongan memanjang (long section). Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya suatu kondisi yang kontradiktif dari anggapan diawal dimana penggunaan Jh menghasilkan volume pekerjaan perkerasan aspal yang lebih banyak daripada penggunaan Jd hingga 4,760 liter untuk lapis resap pengikat; 1,904 liter untuk lapis perekat; 0,671 ton untuk Asphalt Treatment Base (ATB); 0,447 ton untuk Asphalt Concrete (AC). Penggunaan Jh terhadap biaya pekerjaan perkerasan aspal lebih mahal hingga 1.571.349,61 rupiah daripada penggunaan Jd sebagai penentu panjang lengkung vertikal cembung.
Kata Kunci: jarak pandang, lengkung vertikal cembung, volume perkerasan aspal, biaya pelaksanaan
Penulis: ARTHUR DIAZ MICKAEL DEVISI
Kode Jurnal: jptsipildd160323

Artikel Terkait :