MODEL BELAJAR SISWA AKTIF DENGAN PENDEKATAN ALSAK (AL QUR’AN, SAINS DAN KARAKTER) PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI UNTUK MEWUJUDKAN GENERASI EMAS INDONESIA TAHUN 2040
Abstract: Fenomena bonus
demografi yang terjadi di Indonesia, sudah seharusnya tidak dibiarkan terjadi
begitu saja tanpa ada upaya mempersiapkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)
yang baik. Bonus demografi perlu perhatian, khususnya dari pemerintah untuk
melakukan program-program yang memberdayakan SDM. Salah satu upaya yang dapat
dilakukan pemerintah adalah dengan melaksanakan program pendidikan yang
berkualitas. Rencana strategis pemerintah dengan mengamanatkan pendidikan
karakter pada semua jenjang pendidikan adalah tindakan yang tepat untuk
meningkatkan kualitas SDM. Banyaknya tindak kriminal yang pelakunya pelajar,
mengindikasikan pentingnya pendidikan karakter diterapkan di sekolah. Banyak
ahli pendidikan karakter menganjurkan pendidikan karakter hendaknya dilakukan
sejak usia dini. Oleh karena itu, pembelajaran di PAUD memerlukan rujukan
tentang model belajar yang berorientasi pada pendidikan karakter. Model belajar
siswa aktif dengan pendekatan ALSAK (Al Qur’an, sains, dan karakter) merupakan
gagasan model belajar yang berorientasi pada pendidikan karakter. Model ini
mengarahkan siswa untuk belajar secara aktif mempelajari Al Qur’an dan maknanya
yang berhubungan dengan pengetahuan sains, dan karakter. Berdasarkan kajian
teori, model belajar ini mendukung implementasi pendidikan karakter di PAUD.
Langkah pertama melaksanakan model ini dengan melakukan analisis ayat-ayat Al Qur’an
yang ada kaitannya dengan sains, dan karakter untuk mendapatkan peta konsep dan
pemilihan tema. Langkah kedua, melakukan analisis tujuan. Langkah ketiga
menyusun perangkat pembelajaran dengan model ini. Perangkat pembelajaran yang
dibutuhkan di PAUD berupa Satuan Kegiatan Harian (SKH), sumber belajar, dan
instrumen penilaian. Keberhasilan model belajar siswa aktif dengan pendekatan
ALSAK belum dilakukan pengujian secara empiris sehingga belum diperoleh
informasi tentang keefektifan model pembelajaran ini. Oleh karena itu, perlu
dilakukan pengujian penelitian agar diperoleh informasi yang lengkap tentang
peningkatan karakter siswa PAUD dengan menerapkan model ini. Harapan terbesar
dari gagasan model pembelajaran ini dapat dijadikan pedoman untuk melaksanakan
pendidikan karakter di PAUD.
Penulis: Winarto
Kode Jurnal: jppaudsddd162277