PERGESERAN KESULTANAN SUMENEP KE TANGAN VOC TAHUN 1624-1705
Abstract: Sumenep merupakan
salah satu wilayah yang menjadi contoh bagi wilayah lain di Jawa sebagai negara
vassal VOC. Dikuasainya Sumenep oleh VOC membuat VOC semakin mudah untuk
melakukan eksploitasi terhadap wilayah Nusantara. Lepasnya Sumenep menjadi
vassal VOC juga akibat kontrak kerjasama yang dilakukan oleh penguasa Mataram
dengan VOC. Bantuan yang diberikan oleh VOC untuk menghentikan berbagai
pemberontakan terhadap Mataram membuat Mataram harus membayar ganti rugi perang
terhadap VOC. Besarnya hutang Mataram kepada VOC membuat Mataram harus
merelakan beberapa wilayahnya di ambil alih oleh VOC. Sumenep secara resmi
lepas dari Mataram setelah disetujuinya Perjanjian 5 Oktober 1705 oleh
Pakubuwono I.
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka penulis mengajukan
rumusan masalah sebagai berikut: (1) Bagaimana kondisi Sumenep tahun 1705?, (2)
Mengapa Sumenep melepaskan diri dari hegemoni kekuasaan Mataram dan menjadi
vassal VOC?, (3) Bagaimana proses lepasnya Sumenep dari Mataram menjadi vassal
VOC tahun 1624-1705?. Permasalahan-permasalahan tersebut diberikan penjelasan
dengan melakukan analisis terhadap data-data dan sumber-sumber yang didapatkan
melalui tahapan metode penelitian sejarah. Tahapan metode penelitian sejarah
yang dilakukan meliputi, heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi.
Berdasarkan hasil analisa terhadap data dan sumber-sumber yang
didapatkan, diperoleh hasil bahwa lepasnya Sumenep menjadi vassal VOC semula
disebabkan oleh ketidakpuasan rakyat terhadap pemerintahan Amangkurat I. Ketidakpuasan
tersebut memicu terjadinya pemberontakan yang dipimpin oleh Trunajaya.
Kehebatan pasukan Trunajaya membuat Mataram harus meminta bantuan kepada VOC
untuk memadamkannya. Permintaan bantuan kepada VOC kemudian secara turun
temurun dilakukan oleh penguasa Mataram dan membuat Mataram bergantung pada
bantuan yang diberikan kepada VOC. Oleh VOC, kesempatan tersebut dimanfaatkan
untuk lebih memantapkan kekuasaannya atas wilayah Jawa dengan cara mengikat
penguasa Mataram dengan perjanjian-perjanjian. Akhirnya, Sumenep resmi menjadi
vassal VOC pada 5 Oktober 1705. Lepasnya Sumenep disamping keinginan Sumenep
sendiri yang disampaikan oleh Tumenggung Yudanegara juga karena perjanjian yang
disetujui oleh Pakubuwono I.
Penulis: IKA DEWI RAHAYU
Kode Jurnal: jpsejarahdd160109