KESENIAN REOG CEMANDI DI KABUPATEN SIDOARJO TAHUN 2000-2015
Abstrak: Indonesia dianugrahi
dengan segudang potensi, salah satunya yang menjadi unggulan adalah bidang seni
dan budaya lokal. Terdapat ribuan jenis kebudayaan yang diwujudkan melalui
kesenian tradisional yang sangat ragam. Ada beberapa kesenian yang masih eksis
sampai sekarang di tengah masyarakat. Salah satunya adalah kesenian Reog
Cemandi. Perkembangannya hingga kini mampu bertahan di tengah modernisasi
masyarakat Desa Cemandi membuatnya menarik untuk diteliti.Berdasarkan latar
belakang tersebut, rumusan masalah yang akan dibahas (1) Apakah yang melatar
belakangi lahirnya kesenian Reog Cemandi di Kabupaten Sidoarjo, (2) Bagaimana
prosesi pertunjukan kesenian Reog Cemandi di Kabupaten Sidoarjo, (3) Bagaimana
perkembangan kesenian Reog Cemandi antara tahun 2000-2015, (4) Apakah makna
simbolis yang terkandung dalam kesenian Reog Cemandi tersebut sehingga keberadaannya
tetap lestari. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah yang terdiri dari
empat tahap yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi.Berdasarkan
hasil analisis menyatakan bahwa pada masa penjajahan Belanda masyarakat Desa
Cemandi sering ditindas dan diminta untuk membayar pajak, sehingga muncullah
ide untuk membuat kesenian topeng yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat
menakuti para penjajah yang datang. Kemudian kesenian topeng tersebut berubah
fungsi menjadi hiburan dan tradisi bagi masyarakat Desa Cemandi. Reog Cemandi
mengalami perkembangan yang cukup signifikan sampai saat ini. Pada awal tahun
2000-an Reog Cemandi mengalami penambahan gerak terpola menyesuaikan dengan
kebutuhan panggung. Pada tahun-tahun berikutnya Reog Cemandi semakin eksis dan
semakin dikenal oleh masyarakat, baik di dalam maupun di luar Kabupaten
Sidoarjo. Kemudian pada akhir tahun 2015-an kesenian Reog Cemandi melakukan
regenerasi dengan menjadikannya sebagai salah satu ekstrakulikuler di SD Negeri
Cemandi 406. Selain itu terdapat banyak makna simbolis dalam kesenian Reog
Cemandi ini.
Penulis: NUR AZIZAH DWIYANI
Kode Jurnal: jpsejarahdd170074