GANGGUAN PRILAKU PADA ANAK DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK USIA SEKOLAH DASAR
Abstract: Gangguan perilaku
didefinisikan sebagai perilaku berulang dan pola perilaku menetap yang
melanggar hak-hak orang lain yang melanggar norma-norma dan aturan masyarakat.
Jika gangguan prilaku ini dibiarkan, maka akan berdampak secara berkelanjutan
dan akan menyebabkan kerusakan yang signifikan pada fungsi sosial, akademis,
maupun masa depannya. Jika gangguan perilaku itu makin kompleks maka
menyebabkan gangguan perilaku pada diri anak
akan semakin parah. Gangguan ini
mulai terjadi pada anak usia SD. Siswa Sekolah Dasar disebut usia kanak-kanak
pertengahan, ditandai dengan mulai berkembangnya kemampuan membuat keputusan,
memahami hubungan sebab-akibat, pemahaman sosial, mengatur emosi, dan kesadaran
diri. Berdasarkan karakteristik kognitif, sosial, emosi, dan fisik, siswa-siswa
sekolah dasar seringkali digolongkan sebagai banyak bertingkah, kelebihan
gerak, dan nakal dalam hubungan sosialnya. Batas-batas tertentu perilaku-perilaku tersebut masih
dapat ditolerir sebagai manifestasi dari usia mereka. Namun adakalanya tingkat
perilaku dan emosi menunjukkan adanya gangguan yang tidak disadari oleh
orang-orang sekitarnya, termasuk orang tua dan guru di sekolah.
Penulis: Ani Siti Anisah
Kode Jurnal: jppaudsddd151774