TOTAL FENOLAT DAN FLAVONOID DARI EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN KUMIS KUCING (ORTHOSIPHON STAMINEUS B.) JAWA TENGAH SERTA AKTIVITAS ANTIOKSIDANNYA

ABSTRAK: Orthosiphon stamineus B (Indonesia: Kumis Kucing) merupakan salah satu tumbuhan sangat popular sebagai sumber pengobatan herbal, pada umumnya dikumpulkan dari pulau Jawa. Aktivitas biologis, terutama akivitas antioksidan yang ditunjukkan oleh tanaman ini diduga disebabkan olehsenyawa golongan fenolat, khususnya senyawa flavonoid. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan menentukan total fenolat, total flavonoid dan aktivitas antioksidan dari ekstrak metanol beserta fraksi fraksinya dari tanaman kumis kucing yang tumbuh di Indonesia, khususnya di daerah Bandungan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah, perlu dilakukan. Secara garis besar, penelitian dibagi menjadi empat tahap, yakni perolehan total ekstrak metanol, diikuti dengan tahap fraksinasi melalui gradien pelarut, kemudian analisis total fenolat dan flavonoid, dan diakhiri dengan analisis aktivitas antioksidan terhadap tiap-tiap ekstrak. Analisis total fenolat dilakukan dengan metode Folin-Ciocalteu, analisis flavonoid dilakukan berdasarkan cara kerja Rohman, dan aktivitas antioksidan ditentukan dengan metode peredaman radikal DPPH.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan total fenolat dan flavonoid terbesar berada dalam ekstrak etil asetat berturut-turut sebesar 559 mg asam galat ekuivalen/g ekstrak dan 3550 mg kuersetin ekuivalen/g ekstrak. Aktivitas antioksidan tertinggi juga dimiliki oleh ekstrak etil asetat dengan nilai EC50 sebesar 51,02 μg/mL. Nilai aktivitas antioksidan yang ditunjukkan oleh semua fraksi dalam daun kumis kucing sangat memungkinkan bahan ini dapat digunakan sebagai sumber antioksidan.
Kata Kunci: kumis kucing, Orthosiphon stamineus, total fenolat, total flavonoid, antioksidan
Penulis: Putri Pratiwi, Meiny Suzery, Bambang Cahyono
Kode Jurnal: jpmatematikadd100071

Artikel Terkait :