PENGARUH PELARUT METANOL DAN PELARUT METANOL-ASAM ASETAT-AIR TERHADAP EFISIENSI DYE SENSITIZED SOLAR CELL DARI EKSTRAK BUNGA ROSELA (HIBISCUS SABDARIFFA)

ABSTRACT: Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh pelarut metanol dan pelarut metanolasamasetat-air terhadap efisiensi Dye Sensitized Solar Cell dengan menggunakan bunga rosela (Hibiscussabdariffa) sebagai sensitizer. Konstruksi sel surya yang digunakan adalah sistem sandwich. Elektrodaperlawanan diletakkan di atas lapisan TiO2 dengan elektrolit padat berbasis gel polimer PEG terletak diantara kedua elektroda tersebut. Karakterisasi sel surya dilakukan dengan analisis serapan elektronik padabunga rosela, Scanning Electron Microscopy (SEM), difraksi sinar X, dan pengukuran arus-tegangan selsurya. Panjang gelombang maksimum ekstrak bunga rosela dari hasil maserasi dengan pelarut metanolsebesar 508,5 nm sedangkan untuk ekstrak rosela hasil maserasi dengan pelarut campuran metanol-asamasetat-air sebesar 524,5 nm. Morfologi permukaan TiO2 pada perbesaran 10000x menunjukkan permukaanTiO2 yang beronggga-rongga dengan ukuran berkisar 69,56-347,82 nm, dan penampang lintangmenunjukkan ketebalan 39,05 μm. Pada difraktrogram lapis tipis TiO2 menunjukkan intensitas pola difraksicukup tinggi dengan puncak utama pada 2 yaitu 29,57 dengan jarak antar bidang (d) sebesar 3,5074 Å. Efisiensi yang dihasilkan untuk sistem sel surya dengan menggunakan dye hasil maserasi dengan pelarutmetanol lebih besar sebesar 4,65.10-4 %, dan untuk sistem sel surya dengan menggunakan dye hasil maserasidengan pelarut metanol-asam asetat-air sebesar 3,58.10-4 %.
Key words: Dye Sensitized Solar Cell, TiO2, rosella flower, methanol solvent, methanol-acetic acid-watersolvents
Penulis: Prestysiana Ariane Dewi, Gunawan Gunawan, Abdul Haris
Kode Jurnal: jpmatematikadd100072

Artikel Terkait :