POPULASI BAKTERI HETEROTROF DI PERAIRAN PULAU BULANG BATAM
ABSTRACT: Sepanjang pesisir
pantai pada perairan di kawasan Kecamatan Bulang Kota Batam sebagai lokasi
penelitian dengan banyak dijumpai pemukiman penduduk dan industri galangan
kapal (Shipyard) serta banyak mengeluarkan limbah yang langsung dibuang
keperairan terbuka. Sampai saat ini masih minim informasi tentang populasi
bakteri heterotrof, sehingga di perlukan pengkajian secara biologi perairan
yakni bagaimana populasi bakteri Heterotrof di perairan Pulau Bulang Batam.
Tujuan mengetahui estimasi total bakteri umum dan virus (TBU;TBV) serta
hubungan antara padatan populasi bakteri dengan kondisi in-situ kualitas antar
perairan yang berbeda. Penelitian bersifat lapangan insitu dengan pengambilan
sampling secara teknik purposive sampling dan ek-situ yakni sampel air segera
di bawa ke Laboratorium Uji Kesehatan Ikan dan Lingkungan Balai Budidaya Laut.
Analisis dengan pendekatan deskriptif dan kuantitatif untuk mencari hubungan
antara perkiraan populasi bakteri heterotrof dengan kondisi kualitas air antar
lokasi sampling menggunakan pendekatan analisis sidik ragam (Ansira). Hasil
sebagai berikut: a) bahwa diperkiraan populasi bakteri heterotroph baik total
bakteri umum (TBU) maupun total bakteri virus (TBV) yang nyata dengan
kecenderungan (trend) meningkat akibat adanya perubahan kualitas in-situ
perairan, yakni pada lokasi Kuala Bulang 2 dan Selat Awa; b) Kandungan nitrat
memperlihatkan kisaran nilai yang tinggi berada di lokasi Selat Awa dan
terendah terdapat pada stasiun Teluk Sepaku serta ammonium memperlihatkan nilai
tertinggi pada stasiun Kuala Bulang Dua dan
kandungan phospat kandungan tertinggi di stasiun Selat Awa, sehingga
akan menimbulkan terjadinya peledakan populasi
(blooming); dan c) Hubungan korelasi antar stasiun pengamatan terhadap
sebaran kepadatan total bakteri umum maupun vibrio (TBU/TBV) tampaknya tidak
nyata (non-signifikan). Walaupun tingkat hubungan (nilai r) lebih dari 50%.
Begitupula terhadap parameter kualitas air, hanya ada indikasi korelasi
signifikan yakni Ammonium (NH4 -OH; mg/L; r=56,33%) yang cukup berhubungan
dengan kondisi padatan dan sebaran bakteri umum ataupun vibrio. Sedangkan unsur
Phosphat (PO4-P; mg/L) memiliki nilai korelasi dengan populasi TBV cukup tinggi
dan positip (r=68,34%). Kadar phosphat pada batas terendah, sangat penting untuk
pertumbuhan organisme bakteri di perairan terbuka laut.
Penulis: Notowinarto, Fenny
Agustina
Kode Jurnal: jpbiologidd150956