Penggunaan Scaffolding untuk Mengatasi Kesalahan Siswa Kelas VII H SMP Negeri 2 Mojokerto dalam Menyelesaikan Soal Cerita pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel
Abstract: Pelajaran matematika
merupakan pelajaran yang sangat penting dalam menunjang kehidupan manusia.
Banyak sekali permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang dapat diselesaikan
dengan matematika. Materi Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV) merupakan satu
dari beberapa materi matematika yang banyak penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari. Dalam pembelajaran di sekolah, soal-soal yang memuat materi
tersebut, biasanya diwujudkan dalam bentuk soal cerita.
Berdasarkan wawancara dengan guru mitra, siswa kelas VII SMP Negeri 2
Mojokerto masih melakukan kesalahan dalam menyelesaikan pertanyaan yang
berbentuk soal cerita. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu strategi untuk mengatasi
masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan
siswa dalam menyelesaikan soal cerita materi persaman linear satu variabel dan
scaffolding yang digunakan untuk mengatasinya. Pemberian scaffolding dalam
penelitian ini mengacu pada scaffolding yang dikemukakan oleh Anghileri (2006).
Letak penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan
kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah 6 siswa kelas VII H SMP Negeri 2 Mojokerto dengan
rincian 2 siswa berkemampuan matematika tinggi, 2 siswa berkemampuan matematika
sedang, dan 2 siswa berkemampuan matematika rendah. Teknik pengumpulan data
yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa letak kesalahan siswa dalam
menyelesaikan soal cerita pada materi persamaan linear satu variabel, terdiri
atas: (1) menentukan kondisi awal; (2) membuat model matematika; (3)
menyelesaikan model matematika; dan (4) menyatakan jawaban akhir. Scaffolding
yang digunakan untuk mengatasi kesalahan tersebut di antaranya: (1) melakukan
pengecekan ulang (reviewing) misalnya dengan meminta siswa membaca ulang soal;
(2) membangun kembali (restructuring) yaitu dengan mengingatkan siswa pada
konsep yang pernah didapat; (3) menjelaskan (explaining), menjelaskan suatu
konsep; dan (4) membuat hubungan (making connection) misalnya dengan meminta
siswa untuk menghubungkan apa yang diketahui dengan pemisalan yang telah dibuat
dalam menentukan model matematika.
Kata Kunci: scaffolding,
kesalahan siswa, soal cerita, PLSV
Penulis: AGUSTINA NUR HANIFAH
Kode Jurnal: jpmatematikadd141238