PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNINGMATA PELAJARAN MATEMATIKA PADA MATERI GEOMETRI PADA SISWA SMA KELAS X MIA-5 SMA NEGERI 12 SURABAYA
Abstrak: Matematika adalah
mata pelajaran yang diajarkan pada setiap jenjang pendidikan di Indonesia mulai
dari Sekolah Dasar (SD) sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA).Matematika
perlu diberikan kepada semua siswa mulai dari sekolah dasar untuk membekali
siswa agar memiliki kemampuan berfikir logis, analitis, sistematis, kritis dan
kreatif serta kemampuan bekerjasama. Mengingat peran matematika yang sangat
penting dalam proses peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia, maka
upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika memerlukan perhatian
yang serius. Berbagai macam upaya telah dikemukakan untuk memperbaiki
pembelajaran matematika.Seperti kenyataan yang ada di lapangan kebanyakan
sekolah-sekolah masih belum menggunakan suatu model pembelajaran yang membantu
siswa menemukan sendiri konsep pembelajaran matematika. Siswa kurang dapat
menguasai pemahaman konsep matematika dan masih menghafal apa yang telah
diberikan guru tanpa tahu konsep matematika itu diperoleh. Matematika juga
sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, begitupun untuk memecahkansebuah
masalah.Memecahkan suatu masalah pasti dihadapi oleh setiap manusia dalam
hidupnya.Dalam menyelesaikan masalah, siswa harus mempunyai keterampilan.Oleh
sebab itu, siswa perlu dilatih dengan menggunakan pembelajaran berbasis
masalah.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif
dan kuantitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan pembelajaran,
aktivitas siswa, hasil belajar siswa, dan respons siswa yang dilaksanakan di
kelas X MIA-5 SMA Negeri 12 Surabaya.
Subjek dalam penelitian ini yaitu guru matematika dan siswa kelas X MIA-5
SMA Negeri 12 Surabaya tahun ajaran 2015/2016.Adapun rancangan penelitian yang
digunakan yaitu one shot case study. Penelitian ini dilaksanakan selama dua
pertemuan untuk pembelajaran dengan model pembelajaran problem based learning
dan satu pertemuan untuk tes hasil belajar dan pengisian angket respons siswa.
Selama pembelajaran tersebut diamati pengelolaan pembelajaran oleh guru.
Hasil analisis data menunjukkan: (1) pengelolaan pembelajaran secara
keseluruhan dapat dikategorikan baik dengan skor rata-rata 3,11; (2)
aktivitas siswa secara keseluruhan dapat
dikategorikan aktif dengan persentase rata-rata 94,41% (3) nilai rata-rata
hasil belajar siswa yaitu 3,75 ≥ 2,67, sehingga hasil belajar dikatakan tuntas
dengan persentase rata-rata ketuntasan klasikal 89,74%; dan (4) respons siswa
terhadap pembelajaran dengan model pembelajaran problem based learning yaitu
positif.
Penulis: Muhammad Iqbal
Ibrahim, Ika Kurniasari
Kode Jurnal: jpmatematikadd160220