Pemuliaan Tanaman Anggrek Dendrobium dan Phalaenopsis secara Embriogenesis Somatik
Abstrak: Anggrek merupakan
salah satu tanaman yang memiliki bentuk yang indah dengan warna yang beragam.
Pemuliaan anggrek, khusunya Dendrobium dan Phalaenopsis sebagian besar
dilakukan melalui biji, sehingga waktu
yang dibutuhkan relatif lebih lama dan anakan yang dihasilkan memiliki sifat
yang tidak sama dengan induk. Agar mendapatkan hasil yang lebih seragam dan
waktu yang lebih cepat, diperlukan upaya lain dalam pemuliaannya, antara lain
melalui embriogenesis somatik, yaitu perbanyakan melalui pembentukan embrio
dari sel somatik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi zat pengatur
tumbuh yang paling tepat untuk induksi embrio somatik pada anggrek Dendrobium
dan Phalaenopsis. Metode yang digunakan adalah induksi embrio somatik dari
ujung akar, daun dan nodus tangkai bunga. Parameter yang diamati adalah embrio
somatik yang terbentuk dari kombinasi zat pengatur tumbuh yang digunakan. Hasil
yang didapat pada induksi embrio somatik adalah pada media MS (Murashige dan
Skoog) dengan penambahan zat pengatur tumbuh auksin (IAA, IBA, NAA, dan 2,4-D)
dan sitokinin (BAP dan TDZ) dengan kombinasi yang sesuai, embrio somatik dapat
berkembang dengan baik menjadi plantlet.
Penulis: Yuni Selvianti Sari
Kode Jurnal: jpbiologidd150874