Kemampuan Cerna Protein dan Energi Metabolisme Perkici Pelangi Trichoglossus haematodus

ABSTRAK: Protein adalah salah satu aspek penting dalam pakan hewan guna memenuhi kebutuhan hidup pokok maupun dalam merangsang reproduksinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi pakan yang paling disukai oleh burung perkici pelangi (Trichoglossus haematodus) dan mengetahui kemampuan metabolism dari burung tersebut dengan sumber protein yang berbeda-beda sehingga diketahui sumber protein yang mudah dicerna oleh burung perkici pelangi. Penelitian terdiri dari 2 tahap percobaan dengan lima perlakuan ransum masing-masing selama 1 minggu tahap preliminary dan 4 minggu tahap koleksi data. Burung yang dipakai dalam penelitian ini adalah 2 ekor perkici pelangi berumur 4 bulan hasil penangkaran. Selama masa penelitian, burung tersebut ditempatkan dalam kandang individu berukuran 86 cm x 42 cm x 53 cm. Perkici pelangi tersebut mendapatkan lima perlakuan pakan dengan sumber protein yang berbeda tiap perlakuannya, yaitu bubur telur puyuh (A), bubur bungkil kedelai (B), bubur pelet koi (C), bubur susu 7% (D), dan bubur susu 13% (E). Pakan yang digunakan adalah pakan dalam bentuk bubur dan jagung manis yang disajikan secara terpisah dan ad libitum. Peubah yang diamati adalah konsumsi bahan kering, nilai energi metabolis semu, serta nilai kecernaan protein semu. Dari hasil penelitian diketahui bahwa bubur bubur pelet koi adalah yang tertinggi dikonsumsi dan yang paling rendah adalah bubur bubur bungkil kedelai. Dari hasil perhitungan, AME bubur bubur susu 7% yang paling besar yaitu sebesar 49,27 kal/g dan yang paling rendah adalah bubur pelet koi yaitu sebesar 38,07 kal/g. Berdasarkan kecernaan protein maka bubur A memiliki nilai ADP yang tertinggi (87,88%).
Kata Kunci: perkici pelangi, metabolisme energi semu, kecernaan protein semu
Penulis: Rini Rachmatika & Andri Permata Sari
Kode Jurnal: jpbiologidd150841

Artikel Terkait :