Keefektifan PBL setting STAD dan TGT ditinjau dari prestasi, berpikir kritis, dan self-efficacy

Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: keefektifan PBL setting STAD ditinjau dari prestasi, berpikir kritis, dan self-efficacy; keefektifan PBL setting TGT ditinjau dari prestasi, berpikir kritis, dan self-efficacy; perbandingan keefektifan PBL setting STAD dengan PBL setting TGT ditinjau dari prestasi, berpikir kritis, dan self-efficacy. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu, dengan rancangan pretest-posttest non-equivalent comparison-group. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas VII MTs N Sleman Kota, dari populasi yang ada diambil secara acak dua kelas sebagai sampel penelitian. Untuk menguji keefektifan PBL setting STAD dan TGT digunakan one sample t-test. Selanjutnya, untuk membandingkan keefektifan PBL setting STAD dan TGT, dianalisis menggunakan uji T2 Hotteling’s. Karena terdapat perbedaan keefektifan, maka dilanjutkan uji t-univariat. Setiap analisis dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: PBL setting STAD efektif ditinjau dari prestasi, berpikir kritis, dan self-efficacy; PBL setting TGT efektif ditinjau dari prestasi, berpikir kritis, dan self-efficacy; PBL setting TGT lebih efektif dibandingkan PBL setting STAD ditinjau dari berpikir kritis. Namun, PBL setting TGT sama efektif dibandingkan PBL setting STAD ditinjau dari prestasi dan self-efficacy.
Kata Kunci: PBL setting STAD, PBL setting TGT, prestasi, berpikir kritis, self-efficacy
Penulis: Uun Yuni Armita, Marsigit Marsigit
Kode Jurnal: jpmatematikadd160326

Artikel Terkait :