IMPLEMENTASI MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN METAKOGNITIF BERDASARKAN KEMAMPUAN AWAL MATEMATIS SISWA
Abstract: Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas X pada salah satu SMA di Kota Ciamis.
Selanjutnya, dua kelompok sampel penelitian dipilih secara acak (kelas
eksperimen dan kelas kontrol) dengan teknik purposive sampling. Sebelum
pembelajaran dimulai, masing-masing kelompok sampel dikelompokkan kembali
berdasarkan level kemampuan awal matematisnya, yaitu tinggi, sedang dan rendah.
Kelas eksperimen memperoleh pembelajaran dengan model Creative Problem Solving,
sedangkan kelas kontrol memperoleh pembelajaran dengan model konvensional.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan
metakognitif. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan SPSS 19, STAT 97,
dan Microsoft Excel 2013. Pengujian perbedaan peningkatan kemampuan
metakognitif berdasarkan kemampuan awal matematis siswa dan model pembelajaran
yang diterapkan, digunakan uji ANOVA dua jalur pada taraf signifikansi 0.05,
setelah prasyarat pengujian terpenuhi. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui
bahwa; Terdapat perbedaan peningkatan
kemampuan metakognitif yang signifikan antara siswa yang memperoleh model
pembelajaran Creative Problem Solving dengan siswa yang memperoleh pembelajaran
konvensional ditinjau dari kemampuan awal matematis siswa yaitu level tinggi,
sedang dan rendah. Peningkatan kemampuan metakognitif siswa yang memiliki kemampuan
awal matematis tinggi dan sedang di kelas eksperimen lebih baik secara
signifikan daripada peningkatan kemampuan metakognitif siswa yang memiliki
kemampuan awal matematis tinggi dan sedang di kelas kontrol. Namun, peningkatan
kemampuan metakognitif siswa yang memiliki kemampuan awal matematis rendah di
kelas eksperimen maupun kelas kontrol tidak berbeda secara signifikan.
Penulis: Adang Effendi
Kode Jurnal: jpmatematikadd160959