Etnoekologi Tanaman Budidaya di bawah Naungan Pinus (Pinus merkusii Jungh. & De Vriese) di Desa Duwet Kedampul, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang
Abstract: Pengetahuan lokal
secara substansial merupakan norma yang berlaku dalam suatu masyarakat yang
diyakini kebenarannya dan menjadi acuan dalam bertindak dan berperilaku
sehari-hari. Desa Duwet Kedampul dihuni oleh masyarakat Magersari yang bermata
pencaharian dari sektor pertanian dengan melakukan teknik pengelolaan lahan
tertentu pada lahan di bawah naungan pinus. Teknik pengelolaan tersebut
merupakan pengetahuan lokal yang perlu dikaji dengan studi etnoekologi.
Penelitian ini bertujuan mengetahui kegiatan pengelolaan lahan, keanekaragaman
jenis tumbuhan, dan bentuk pemanfaatan tumbuhan yang dilakukan oleh masyarakat
Magersari di Desa Duwet Kedampul. Pada penelitian ini dilakukan wawancara bebas
dan semi-terstruktur terhadap narasumber, inventarisasi jenis tumbuhan dan
pengukuran parameter lingkungan pada lahan di bawah naungan pinus. Hasil
wawancara dianalisis secara deskriptif dan penghitungan nilai kegunaan (UVs).
Hasil inventarisasi dianalisis dengan penghitungan nilai INP (Indeks Nilai
Penting). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Magersari di Desa Duwet
Kedampul menerapkan sistem penanaman tumpang sari, penanaman berdasarkan musim,
pembuatan terasiring, pembuatan teras bangku, dan pemangkasan tajuk atau
perempesan pinus. Hasil perhitungan INP menunjukkan bahwa Ageratum conyzoides
memiliki nilai INP tertinggi. Pada perhitungan pendugaan UVs diketahui bahwa
pisang (Musa paradisiaca) merupakan jenis tanaman yang memiliki UVs tertinggi.
Penulis: Retno Oktaviani, Jati
Batoro
Kode Jurnal: jpbiologidd170029