Pelatihan Mental Imagery Untuk Menurunkan Kecemasan Bertanding pada Atlet Taekwondo di Dojang Patriot Wonosobo
ABSTRAK: Setiap atlet pasti
mempunyai keinginan tampil secara maksimal agar dapat mencapai hasil yang
terbaik. Tuntutan yang dialami oleh atlet tidak hanya dari dalam dirinya
sendiri namun juga biasa diperoleh dari lingkungan disekitarnya.Tekanan-tekanan
baik dari dalam diri dan dari lingkungan atlet itu sendiri menyebabkan atlet
mengalami kecemasan, jika tidak dapat dikontrol maka akan mempengaruhi performa
sehingga tidak dapat tampil dengan maksimal.
Pelatihan mental imagery merupakan suatu proses pendidikan jangka pendek
yang bertujuan membantu atlet taekwondo untuk dapat mengontrol kecemasan
bertanding yang dialami sehingga dapat memberikan performa yang terbaik dalam
bertanding. Pelatihan mental imagery menggunakan metode ceramah, diskusi, role
play dan simulasi.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperiment dengan desain penelitian
pretest-posttest control group design. Jumlah subjek penelitian sebanyak 10
orang atlet taekwondo yang mempunyai kecemasan sedang dan tinggi berdasarkan
skala kecemasan dari peneliti yang kemudian dibagi menjadi dua kelompok yaitu
lima subjek untuk kelompok eksperimen dan lima untuk kelompok kontrol dengan
menggunakan teknik matching. Pelatihan mental imagery diberikan oleh dua orang
fasilitator sebanyak tiga kali pertemuan dengan materi hari pertama ketajaman,
materi hari kedua keterkendalian, dan materi hari ketiga evaluasi. Pengambilan
data dilakukan dengan menggunakan skala kecemasan dengan indeks korelasi
bergerak dari 0,011 sampai dengan 0,751 dan koefisian reliabilitas (α) 0,741.
Berdasarkan analisis kualitatif masing-masing subjek kelompok eksperimen
mengalami penurunan skor kecemasan bertanding setelah diberi perlakuan berupa
pelatihan mental imagery. Sedangkan uji hipotesis dengan menggunakan uji
Mann-Whitney U-test diperoleh nilai probabilitas (p) 0,094 (uji dua sisi)
(p>0,05), maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan skor kecemasan
bertanding antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol setelah diberikan
perlakuan berupa pelatihan mental imagery. Hasil tersebut menunjukkan bahwa
pelatihan mental imagery tidak efektif untuk menurunkan kecemasan bertanding
pada atlet taekwondo, perbedaan skor kecemasan bertanding yang dialami oleh
subjek dimungkinkan terjadi karena faktor-faktor lain dan bukan karena pengaruh
dari pelatihan mental imagery.
Penulis: Ayuningtyas Sekar A
P, Suci Murti Karini, Rin Widya Agustin
Kode Jurnal: jppiodd150060