MENAKAR HASIL PENDIDIKAN KARAKTER TERINTEGRASI DI SMP

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterlaksanaan pendidikan karakter terintegrasi di SMP dan mengukur capaian hasilnya. Pelaksanaan pendidikan karakter terintegrasi pada lima kota di Indonesia belum menunjukkan hasil yang menggembirakan. Selain berhenti hanya pada tataran kognitif, muatan nilai-nilai karakter yang diintegrasikan ke berbagai mata pelajaran sifatnya hanya “tempelan”, sekadar ditulis di Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, tanpa eksplisitasi kongkret dalam pelaksanaan. Sebagian besar guru mata pelajaran yang dititipi muatan pendidikan karakter secara terintegrasi mengalami keterbatasan kemampuan mendeskripsikan, mengaktualisasikan, dan membumikan pelaksanaan misi itu. Pada sisi lain, kehadiran dan peran konselor yang secara khusus dibekali untuk peran transmitter pendidikan “hati” (pendidikan karakter) tidak dilibatkan sama sekali, sebagaimana tampak pada sebagian besar SMP di Indonesia tidak menyediakan jam layanan bimbingan klasikal. Gagasan penelitian ini diharapkan menginspirasi kerangka kerja ditemukannya model alternatif pendidikan karakter yang berorientasi pada terbangunnya kemitraan-kolaboratif profesional antara konselor/Guru BK dengan guru mata pelajaran dalam implementasi pendidikan karakter di sekolah.
Kata Kunci: pendidikan karakter, bimbingan klasikal, peran konselor
Penulis: Gendon Barus
Kode Jurnal: jppendidikandd152224

Artikel Terkait :