ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI ALAT PERENCANAAN PENJUALAN PADA TINGKAT LABA YANG DIHARAPKAN (STUDI KASUS PADA PERHUTANI PLYWOOD INDUSTRI KEDIRI TAHUN 2013-2014)
ABSTRAK: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui perencanaan penjualan pada tingkat laba yang
diharapkan dan untuk mengetahui sebaran penjualan masing-masing produk dalam
mencapai laba yang diharapkan dengan menggunakan Analisis Break Even Point.
Analisis ini merupakan salah satu alat yang digunakan oleh manajemen perusahaan
untuk dapat membantu dalam mengetahui seberapa besar tingkat penjualan
tertentu, sehingga perusahaan tidak memperoleh laba dan juga tidak mengalami
rugi (impas). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu
penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, sumber data yang digunakan
adalah data sekunder dengan teknik pengumpulan data menggunakan dokumen data
keuangan Perhutani Plywood Industri Kediri. Hasil penelitian diketahui bahwa
setelah dilakukan pemisahan biaya semivariabel ke dalam biaya tetap dan
variabel menunjukkan bahwa BEP mix terjadi pada penjualan sebesar Rp
43.851.836.859,48,- dan margin of safety sebesar 50,51%. Perusahaan
menginginkan kenaikan laba untuk tahun 2015 sebesar Rp 11.519.848.193,- maka
penjualan plywood yang harus dicapai sebanyak 1.695.576,41 lembar atau sebesar
Rp 88.614.216.869,27,-. Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan bahwa rencana
penjualan pada tingkat laba yang diharapkan terbukti menghasilkan laba sesuai
dengan yang diharapkan, sehingga analisis break even point dapat dijadikan
acuan bagi manajemen perusahaan dalam pengambilan keputusan.
Penulis: Vivin Ulfathu
Choiriyah, Moch. Dzulkirom AR., Raden Rustam Hidayat
Kode Jurnal: jpadministrasinegaradd161110