ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP) SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA (STUDI PADA CV. LANGGENG MAKMUR BERSAMA LUMAJANG PERIODE 2012-2014)
ABSTRAK: Perusahaan berusaha
memperoleh laba yang maksimal agar kelangsungan hidup perusahaan terus berjalan
dari waktu ke waktu, manajemen yang baik dan efisien adalah manajemen yang
dapat mengelola serta mengambil keputusan yang berguna bagi kelangsungan hidup perusahaan
guna untuk mencapai tujuan. Salah satu
pendekatan yang digunakan manajemen dalam perencanaan laba adalah analisis
Break Even Point. Melalui Break Even Point perusahaan dapat dengan mudah untuk
menentukan volume penjualan yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat laba yang
diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laporan keuangan tahun
2014 untuk merencanakan laba tahun 2015. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif
dengan pendekatan kuantitatif, alat pengumpulan data menggunakan wawancara dan
dokumentasi pada data keuangan CV. Langgeng Makmur Bersama kota Lumajang. Hasil
penelitian ini menunjukan bahwa perhitungan BEP (mix) pada tahun 2014 sebesar
Rp5.143.925.585 sedangkan BEP (unit) sebesar 3.365 unit. Dalam penjualan dan
perencanaan laba perusahaan merencanakan laba untuk 2015 sebesar Rp
1.500.000.000. untuk mencapai kenaikan laba, maka harus menaikan penjualan
sebesar 11.869 unit atau sebesar Rp 19.033.566.736. Berdasarkan perhitungan
penjualan dan perencanaan laba tahun 2015 maka diperoleh Margin Of Safety
sebesar 72,97%. Hal ini menunjukan bahwa perusahaan mendapatkan toleransi
penurunan penjualan sebesar 72,97%. Apabila perusahaan mengalami penurunan
penjualan melebihi 72,97% maka perusahaan akan mengalami kerugian.
Penulis: Muhamad Yusuf Andrianto,
Nengah Sudjana, Devi Farah Azizah
Kode Jurnal: jpadministrasinegaradd161105